berita

Mantan Pejabat KPK Sebut Lembaga Kehilangan Nilai Fundamental, IPK Naik 3 Poin Pasca Prabowo Dilantik

Senin, 17 November 2025 | 15:18 WIB
Mantan pejabat KPK kritik lembaga kehilangan nilai dasar. IPK Indonesia naik 3 poin pasca Prabowo dilantik. ICW ungkap tren 2024.

Saut lantas menyinggung kasus Blok Medan yang dilaporin banyak pihak tapi tidak di-follow up. Pertanda apa ini? Pertanda KPK kehilangan tajinya ketika tak ada pengawasan ketat dari luar.

Apa Kabar Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Saat Ini?

Data mengejutkan keluar dari mulut Saut. Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia hanya beda tipis dengan Nepal. Bayangkan. Nepal ber-IPK 34, Indonesia 37.

"IPK 34 itu terjadi ketika saya meninggalkan KPK," ungkap Saut. "Pernah 40 kita waktu dobel OTT, naik sampai 40. Diganti Undang-Undangnya, jatuh sekelas Nepal jadi 34."

Tapi ada kabar menggembirakan. Setelah Presiden Prabowo Subianto dilantik Oktober lalu, IPK Indonesia naik menjadi 37 pada Januari tahun ini. Kenaikan tiga poin dalam hitungan bulan.

"Saya nggak ngerti kenapa," kata Saut setengah heran. "Tiba-tiba dari 34, begitu Prabowo dilantik Oktober, Januari tahun ini IPK naik jadi 37."

Menurutnya, ini sinyal bagus. Publik memberi kepercayaan kepada Prabowo. Harapan mulai tumbuh kembali di tengah skeptisisme yang merajalela.

Benarkah Ada Penurunan Penindakan Korupsi Sepanjang 2024?

Aktivis ICW Almas Sjafrina membenarkan dugaan itu. Dalam video di kanal YouTube Bambang Widjojanto, Selasa 11 November 2025, Almas mengungkapkan data mengkhawatirkan.

"Di tahun 2024 itu trennya memang turun dibandingkan tahun sebelumnya," ujar Almas. "Di tahun-tahun sebelumnya sangat terstruktur sekali pelemahan KPK yang berdampak pada penindakan juga."

Data tren menunjukkan penurunan kasus yang ditindak aparat penegak hukum. Bukan hanya KPK. Kepolisian dan Kejaksaan juga mengalami hal serupa. Penurunan signifikan di semua lini.

"Makanya sekarang setelah KPK, Kejaksaan mulai genjot lagi menindak kasus korupsinya," lanjut Almas. "KPK kelihatan sekali baru 'bangun tidur' meski belum sepenuhnya bangun karena kasusnya belum tuntas."

Almas menggunakan analogi menarik. "Jangan sampai baru mau jadi macan, balik lagi jadi meong," katanya dengan nada skeptis namun penuh harap. 

Apresiasi di Tengah Kemunduran Sektor Anti-Korupsi

Menurut Almas, munculnya apresiasi kepada langkah pemberantasan korupsi di era Prabowo bukan tanpa alasan. Konteksnya penting: tahun 2024 adalah tahun kemunduran.

Halaman:

Tags

Terkini