"Kami merasa sendiri," ujar Nurhasanah (40), tokoh perempuan di Singkuang. "Makanya kali ini kami ambil tindakan sendiri. Kami tidak bisa tinggal diam terus."
Apa Dampak Pembakaran Kantor Polisi Ini?
Pembakaran kantor Polsek MBG tentu membawa konsekuensi serius. Secara material, kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Gedung kantor yang baru direnovasi pada 2022 kini tinggal puing. Peralatan komunikasi, komputer, dan arsip penting juga musnah.
Dari segi hukum, pelaku pembakaran berpotensi dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang kekerasan terhadap orang atau barang dengan ancaman hukuman hingga 12 tahun penjara. Polres Mandailing Natal mengaku tengah mengidentifikasi para pelaku melalui rekaman CCTV dan video yang beredar di media sosial.
Namun di balik itu semua, ada pertanyaan lebih fundamental: bagaimana bisa kepercayaan publik terhadap aparat hukum sampai serendah ini? Insiden Singkuang adalah cerminan dari ketidakpuasan masyarakat yang sudah menggunung.
Apa yang Seharusnya Dilakukan Pihak Berwajib?
Pakar hukum pidana dari Universitas Sumatera Utara, Dr. Ahmad Rifai, menilai kejadian ini adalah alarm bagi penegak hukum. "Ketika masyarakat sudah tidak percaya pada sistem, mereka akan mencari keadilan dengan cara mereka sendiri," ujarnya.
Ahmad menekankan pentingnya transparansi dalam setiap keputusan hukum, terutama kasus yang menyangkut kepentingan publik. "Jika ada alasan teknis untuk melepaskan tersangka, polisi wajib menjelaskannya secara terbuka," tambahnya.
Sementara itu, pengamat keamanan, Budi Santoso, menyoroti lemahnya koordinasi antara aparat keamanan dan masyarakat di daerah. "Dialog rutin antara polisi dan tokoh masyarakat sangat penting. Ini bisa mencegah miskomunikasi yang berujung anarkis."
Bagaimana Situasi Terkini di Singkuang?
Per Minggu pagi (21/12/2025), situasi di Singkuang relatif kondusif. Pemblokiran jalan sudah dibuka. Lalu lintas kembali normal. Namun ketegangan masih terasa. Beberapa warga masih berkumpul di titik-titik tertentu, berjaga-jaga jika terjadi tindakan represif dari aparat.
Polres Mandailing Natal telah mengerahkan personel tambahan untuk menjaga keamanan. Sebuah pos komando sementara didirikan di dekat lokasi kantor Polsek MBG yang terbakar. Kapolres juga dijadwalkan akan bertemu dengan tokoh masyarakat Singkuang pada Senin (22/12/2025) untuk mencari solusi.
"Kami berharap pertemuan ini membawa titik terang," kata Rusdi. "Kami tidak menginginkan kekerasan. Kami hanya ingin pemerintah serius menangani narkoba di kampung kami."
Baca Juga: Viral Video Kepala BGN Main Golf, Ternyata Galang Dana Korban Bencana Sumatera