Sulawesitoday - Program itu namanya Makan Bergizi Gratis (MBG). Sudah jalan setahun lebih. Sejak 6 Januari 2025. Sejak Presiden Prabowo Subianto dilantik. Angkanya kolosal: menjangkau 61,2 juta penerima manfaat di 38 provinsi.
Ada 24.368 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi. Ekonomi bergerak. Satu SPPG rata-rata menyerap 50 orang tenaga kerja. Totalnya? Ada satu juta lapangan kerja baru tercipta. Itu klaim Presiden saat Rakornas di Sentul tempo hari.
Tapi, urusan perut memang sensitif.
Belakangan, sorotan tajam mengarah ke menu. Ada yang bilang kurang layak. Ada yang menghitung-hitung harganya tak cocok dengan standar Badan Gizi Nasional (BGN). Ributlah di lapangan.
Miftah Maulana punya cara sendiri menjelaskannya. Tokoh yang akrab disapa Gus Miftah itu bicara blak-blakan di Cirebon. Tepatnya saat Safari Ramadan di Lapangan Mandala Giri, Sabtu lalu. Di sana ada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Gus Miftah tidak mau MBG disebut proyek. Baginya, itu adalah program. Perbedaan istilah yang mendasar bagi orang lapangan.
"MBG itu program, bukan proyek. Menurut orang Cirebon, MBG itu baik apa enggak? Baik. Tapi cara pengelolaannya kurang baik," cetus Gus Miftah di depan massa.
Logikanya sederhana. Kalau ada yang meleset di lapangan, jangan kepalanya yang dipukul. Jangan presidennya yang disalahkan.
"Kalau caranya yang salah, yang salah bukan presidennya, tapi yang mengelola dapurnya," lanjutnya.
Masalah memang harus diselesaikan, bukan dijadikan alasan untuk berhenti. Gus Miftah memberikan tamsil yang renyah soal rumah.
"Kalau rumah pintunya rusak, yang perlu dibenerin pintunya apa rumahnya dirobohkan? Pintunya yang dibenerin, bukan rumahnya yang dirobohkan," tuturnya.
Begitu juga dengan MBG. Jika ada menu yang kurang gizi atau harga yang "dimainkan", maka sistem di dapurnya yang harus diperbaiki. Bukan programnya yang dibubarkan.
Baca Juga: Siswa Sulteng Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai, Guru: Kami Lebih Butuh Jembatan dari MBG
"Kalau programnya ini ada yang salah, programnya yang dihentikan atau salahnya yang diperbaiki? Salahnya yang diperbaiki," tandasnya lagi.