berita

Tak Lagi Berenang ke Sekolah, Jembatan Siswa SD Bainaa Barat Mulai Dibangun TNI

Jumat, 10 April 2026 | 09:56 WIB
Kabar baik dari Tinombo! Jembatan Desa Bainaa Barat mulai dibangun TNI-warga. Siswa SD tak perlu lagi bertaruh nyawa berenang menyeberangi sungai.

Sulawesitoday - Akhirnya, air sungai itu tidak lagi menjadi horor. Selama ini, bagi anak-anak SD di Desa Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, hujan bukan hanya soal rintik yang membawa sejuk. Hujan adalah ancaman. Jika langit menghitam, konsentrasi belajar buyar. Pikiran mereka sudah melompat ke sungai: Bisa pulang tidak ya? Harus berenang lagikah?

Kini, kecemasan itu segera dikubur dalam-dalam. Fondasi beton mulai digali. Tali-tali baja mulai dibentangkan. Sebuah jembatan sedang lahir di sana.

"Alhamdulillah, jembatan untuk siswa kami sudah dibangun," ujar Muhammad Najib, guru yang selama ini menjadi saksi bisu perjuangan murid-muridnya.

Dulu, pemandangannya sungguh menyayat hati. Virall. Anak-anak kecil itu harus bertaruh nyawa. Seragam mereka basah. Buku-buku harus dijunjung tinggi-tinggi agar tak kena air. Kalau arus sedang galak, pilihannya cuma dua: nekat menyeberang atau bolos sekolah.

Najib sering melihat kegelisahan itu di mata anak didiknya. Begitu guntur menggelegar, mata bocah-bocah itu langsung melirik ke arah jendela. Mereka takut terjebak di sekolah karena sungai yang meluap tiba-tiba.

Tapi lihatlah suasana di lokasi sekarang. Ada semangat yang meluap, melebihi luapan air sungai. Personel TNI tampak bahu-membahu dengan warga. Tidak ada sekat. Ada yang menggali tanah, ada yang memikul material. Inilah kerja bareng yang sebenarnya.

Proyek ini bukan sekadar soal semen dan besi. Ini soal masa depan. Najib berkali-kali mengungkapkan rasa syukurnya. "Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh pembayar pajak, pemerintah pusat hingga daerah, Pak Wawan dan tim dari TNI," tulisnya di akun media sosialnya.

Tentu, ini bukan hanya soal birokrasi yang bergerak. Ini soal hati yang terketuk setelah melihat video anak-anak yang berenang demi sebuah ilmu. Pemerintah daerah dan pusat akhirnya melihat ke pelosok Parigi Moutong ini.

Memang, pembangunan ini terkesan agak telat. Kenapa harus viral dulu baru dibangun? Tapi, sudahlah. Tak perlu meratapi yang lewat. Yang penting, bentangan jembatan itu sudah mulai menampakan wujudnya.

Sebentar lagi, anak-anak Bainaa Barat tidak perlu lagi mengintip langit dengan rasa cemas. Mereka bisa berangkat sekolah dengan sepatu yang kering, hati yang tenang, dan mimpi yang tetap tinggi.

Sungai itu tetap akan mengalir, tapi ia bukan lagi penghalang. Ia akan menjadi saksi bahwa di atas arusnya, ada jembatan yang dibangun dari doa, pajak rakyat, dan keringat para tentara yang peduli.

Mungkin, inilah kado terindah bagi pendidikan di pelosok Sulawesi Tengah tahun ini. Sebuah jembatan yang menyambungkan harapan, bukan sekadar dua tepian sungai. Kita tunggu saja kapan pita merah-putih itu dipotong di atas jembatan yang baru ini. Selamat buat anak-anak di Tinombo. Sekolah yang rajin ya!

Benteng Hijau Tanahlanto, Cara Wabup Abdul Sahid Mitigasi Bencana di Parigi Moutong

Tags

Terkini