berita

Ubah Aturan Main, Kemendagri Siapkan Rp 1 Triliun bagi Daerah Berhasil Tekan Pengangguran

Sabtu, 30 Mei 2026 | 13:37 WIB
Kemendagri siapkan insentif fiskal Rp 1 triliun untuk pemda berprestasi regional Sulawesi yang sukses menekan angka pengangguran.

Sulawesitoday - Kementerian Dalam Negeri mengucurkan insentif fiskal jumbo sebesar Rp 1 triliun bagi pemerintah daerah yang sukses menekan angka pengangguran.

"Kalau ditandingkan secara nasional, biasanya yang juara kota atau kabupaten besar," ujar Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian di Hotel Claro, Kendari, Jumat, 29 Mei 2026.

Langkah besar ini sengaja diambil lewat sistem kompetisi baru berbasis regional demi menciptakan rasa keadilan untuk daerah berkapasitas fiskal kecil.

Baca Juga: Bocah Bakar Rambut Pengunjung Toko Pakai Korek Api Terekam CCTV Media Sosial Heboh

Ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Sulawesi menjadi panggung pembuktian bagi daerah yang dinilai berhasil melahirkan inovasi ketenagakerjaan solutif.

Indikator penilaian menggunakan data terbuka Badan Pusat Statistik agar objektif dan tidak dapat dimanipulasi oleh pihak mana pun.

Kabupaten Kolaka sukses menyabet predikat Terbaik I untuk tingkat kabupaten di wilayah Sulawesi.

Posisi berikutnya disusul oleh Kabupaten Konawe Kepulauan dan Kabupaten Kolaka Utara.

Kota Baubau memimpin di tingkat kota sedangkan Sulawesi Barat menjadi yang terbaik untuk kategori provinsi.

Bupati Parigi Moutong H Erwin Burase menghadiri langsung acara ini sebagai bentuk komitmen nyata pimpinan daerah.

Baca Juga: Viral Bawa Kabur iPhone XR Rentalan, Netizen Serbu Akun TikTok Penyewa Hingga Ciut

Kehadiran tersebut menjadi momentum penting untuk mengevaluasi program strategis pengentasan pengangguran di wilayahnya.

"Kehadiran kami di ajang ini bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong untuk terus belajar," kata Erwin Burase.

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong bersiap menggenjot inovasi baru dengan menyelaraskan program daerah berbasis data riil lapangan.

Halaman:

Tags

Terkini