Sulawesitoday - Hujan deras selama sepekan terakhir memicu luapan Sungai Botuk hingga membawa material kayu dan lumpur pekat ke pemukiman warga di Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.
"Ketinggian air bervariasi antara 1 hingga 1,5 meter akibat luapan Sungai Botuk yang disertai material kayu dan lumpur," kata Kepala BPBD Bolmong Chandra Mokoginta pada Kamis, 28 Mei 2026.
Air bah datang sangat cepat pada Rabu siang sekitar pukul 14.30 Wita.
Baca Juga: Bos Hanania Travel Akui Pakai Uang Jemaah Baru Buat Tutup Minus Keuangan Sejak 2025
Empat wilayah terparah meliputi Desa Solimandungan I, Solimandungan II, Solimandungan Baru, dan Desa Komangaan.
Bencana mendadak ini membuat 601 warga terpaksa mengungsi dan mencari tempat yang lebih aman.
Data sementara dari petugas mencatat ada 134 rumah terendam air luapan sungai.
Fasilitas umum seperti Masjid An-Nur, gedung sekolah dasar, kantor desa, hingga puskesmas pembantu ikut mengalami kerusakan.
Beruntung tidak ada laporan mengenai korban meninggal dunia dalam peristiwa mencekam ini.
Beberapa warga hanya mengalami luka ringan dan sudah mendapatkan perawatan medis dari tim dokter di lapangan.
Baca Juga: Penipuan Titik Dapur Gizi Capai Miliaran Rupiah, BGN Gandeng Bareskrim Usut Jaringan
Kondisi air di area pemukiman kini dilaporkan sudah mulai berangsur surut.
Namun sisa tumpukan sampah dan ketebalan lumpur di dalam rumah masih menjadi masalah besar bagi warga sekitar.
Sejumlah alat berat sudah diterjunkan ke lokasi untuk membersihkan sisa sumbatan di aliran sungai.
Artikel Terkait
Reaksi Santai Bahlil Lahadalia Hadapi Lagu Mas Bahlil Ganteng
Nekat Panjat Tower BTS Demi Pantau Suami Kerja, Warga Panik Histeris
Viral Kambing Naik Atap Masjid Diduga Takut Jadi Kurban, Warga Heboh
Penipuan Titik Dapur Gizi Capai Miliaran Rupiah, BGN Gandeng Bareskrim Usut Jaringan
Bos Hanania Travel Akui Pakai Uang Jemaah Baru Buat Tutup Minus Keuangan Sejak 2025