berita

Mengadu ke DPRD Parigi Moutong, Warga Siniu Bongkar Dugaan Makelar Lahan PT Agro Nusantara Industri

Kamis, 4 Juni 2026 | 21:52 WIB
Warga Siniu Parigi Moutong bongkar dugaan intimidasi aparat dan permainan makelar tanah PT ATI dalam RDP bersama Komisi III DPRD.

 
 
 
View this post on Instagram

Sulawesitoday - Aroma intimidasi aparat dan dugaan permainan makelar tanah membayangi rencana investasi PT Agro Nusantara Industri di Kecamatan Siniu.

"Kami pernah disampaikan bahwa kalau masyarakat tetap berkeras menolak, akan turun baju hijau dan baju coklat," kata perwakilan Aliansi Peduli Lingkungan dan Masyarakat, Rizal Rauf.

Perwakilan warga ini membeberkan tekanan psikologis tersebut di hadapan anggota Komisi III DPRD Kabupaten Parigi Moutong dalam forum rapat dengar pendapat yang berlangsung pada Kamis 4 Juni 2026.

Baca Juga: KPK Ungkap Pemerasan Ratusan Miliar Wamen Imipas Silmy Karim, Ini Rincian Hartanya

Rizal Rauf datang membawa tumpukan keresahan warga Siniu yang merasa ruang hidup mereka sedang dipertaruhkan tanpa ada dialog terbuka.

Gelombang penolakan dari masyarakat sebenarnya sudah memantik ketegangan sejak awal mula pekerja perusahaan masuk ke wilayah Desa Towera.

Warga langsung meradang karena pengambilan sampel tanah dilakukan secara diam-diam sebelum ada sosialisasi resmi dari pihak manajemen investasi.

Suasana di perkampungan kian memanas ketika muncul patokan harga pembebasan lahan sebesar Rp12 ribu per meter persegi yang beredar di tengah publik.

"Siapa yang menyepakati harga itu, tidak pernah ada diskusi dengan masyarakat," ujar Rizal Rauf dengan nada tinggi.

Rendahnya taksiran harga tanah itu memperkuat kecurigaan warga mengenai keterlibatan para pemburu rente yang ingin mencari untung di atas penderitaan pemilik lahan.

Baca Juga: Gandeng Pusat, Parigi Moutong Dorong Transmigrasi Masuk PSN

Kecurigaan publik bertambah runcing lantaran aparat pemerintah kecamatan setempat terkesan menutup-nutupi kehadiran perwakilan korporasi dari luar daerah.

Pemerintah kecamatan sempat berdalih utusan perusahaan masih berada di Jakarta saat warga menuntut ruang dialog tatap muka secara terbuka.

Warga justru mendapati utusan perusahaan itu menggelar pertemuan rahasia di rumah salah satu pejabat lokal pada malam harinya.

Halaman:

Tags

Terkini