Sulawesitoday - Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, seorang terduga predator anak berhasil diamankan oleh petugas kepolisian di salah satu sekolah dasar di Cipocok Jaya, Kota Serang. Pelaku berinisial HM, seorang pria asal Bengkulu yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang ojek, ditangkap setelah berusaha mendekati seorang siswi SD berinisial AI dengan modus yang mengkhawatirkan.
HM, yang awalnya hanya bertugas mengantar AI ke sekolah, ternyata menyalahgunakan posisinya. Menurut Kasubdit Gasum Ditsamapta Polda Banten, Kompol Jajang Mulyaman, setelah selesai mengantar AI, HM meminta nomor telepon siswi tersebut.
"HM ini meminta nomor telepon AI usai diantar sekolah," ungkap Jajang. Dalam hitungan jam, nomor tersebut digunakan untuk mengirim pesan-pesan yang tidak pantas, termasuk rayuan dan ajakan berbahaya.
Modus yang Berbahaya dan Kerap Terjadi
Pelaku menggunakan teknik manipulatif yang kerap digunakan predator anak—iming-iming hadiah. Dalam pesannya melalui WhatsApp, HM menawarkan ponsel dan laptop sebagai imbalan agar AI bersedia menemaninya di kamar kos.
Baca Juga: Yuda Eka, Polisi Gadungan Tipu Ojol dengan Seragam Jatanras: Inilah Cara Dia Mengelabui Korban!
"HM ini sempat menggoda AI untuk menemaninya di kamar kos," tambah Jajang. Modus semacam ini, di mana pelaku mencoba memikat korban dengan barang-barang mewah atau janji-janji palsu, menjadi pola yang sering ditemukan dalam kasus-kasus kekerasan seksual terhadap anak.
Kasus ini memperlihatkan betapa rentannya anak-anak terhadap manipulasi dari orang dewasa yang tidak bertanggung jawab. Mereka seringkali tidak menyadari bahaya yang mengintai, terlebih saat diiming-imingi hal-hal yang tampak menggiurkan di usia muda. Di sinilah peran guru, orang tua, dan lingkungan sekitar menjadi sangat penting.
Untungnya, dalam kasus ini, AI segera melaporkan pesan mencurigakan tersebut kepada gurunya, yang kemudian langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian.
Aksi Cepat Polisi Berhasil Menggagalkan Rencana Pelaku
Respons cepat dari pihak sekolah dan kepolisian berhasil mencegah kemungkinan yang lebih buruk terjadi. Setelah laporan diterima, pihak kepolisian mengatur skenario untuk menjebak pelaku. AI mengirim pesan kepada HM, meminta untuk dijemput usai sekolah. Pada pukul 13.00 WIB, HM tiba di sekolah tempat AI belajar, dan di saat itulah ia langsung ditangkap oleh petugas.
Baca Juga: Polisi Dalami Kasus Ancaman Pembunuhan oleh Paman di Gorontalo, Bukti Rekaman dan Chat Jadi Kunci!