Sulawesitoday - Sebanyak 300 mahasiswa angkatan 2024 UIN Datokarama Palu berhasil lolos dan mendapatkan program beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) setelah melewati serangkaian seleksi ketat. Dari total 426 peserta yang mengikuti tahap wawancara, hanya 70% yang dinyatakan memenuhi kriteria.
Sisanya, sekitar 126 mahasiswa, harus menerima kenyataan pahit tereliminasi dari program tersebut setelah evaluasi terakhir.
Baca Juga: Rutan Kelas IIA Palu Atasi Over Kapasitas! 37 Warga Binaan Dipindahkan ke Lapas
"Menentukan mahasiswa berhak atau tidak menerima bantuan tentu lewat seleksi. Kami bahkan turun langsung ke lapangan untuk mengecek tempat tinggal calon penerima KIP," jelas Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Faisal Attamimi, dalam keterangan pers di Palu, Rabu.
Hal ini menunjukkan komitmen kampus untuk memastikan beasiswa tepat sasaran—khusus diberikan kepada mahasiswa dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah namun memiliki prestasi akademik yang menjanjikan.
Program KIP ini bukan sekadar bantuan biasa, melainkan jaminan pendidikan selama delapan semester (empat tahun) dengan nilai total mencapai Rp52 juta per mahasiswa. Setiap semester, mahasiswa akan menerima Rp6,6 juta, membantu biaya pendidikan dan kebutuhan hidup mereka.
Dengan biaya kuliah yang semakin tinggi, program seperti ini memberikan harapan nyata bagi mahasiswa yang ingin menyelesaikan pendidikan tanpa kendala finansial.
Baca Juga: Tiga Hari Hilang di Laut Teluk Tomini, Pencarian Nelayan Asal Parigi Moutong Berpacu dengan Waktu
Tidak berhenti di seleksi administratif dan wawancara, pihak kampus juga memperhatikan sikap dan komitmen penerima beasiswa melalui kegiatan non-akademik. Salah satu contoh konkret adalah mewajibkan penerima beasiswa KIP untuk berpartisipasi dalam peringatan Hari Santri Nasional yang digelar pada 22 Oktober 2024.
"Keikutsertaan mereka menjadi tolok ukur kedisiplinan dan ketaatan dalam menjalankan kewajiban sebagai penerima beasiswa," kata Faisal, yang juga menjadi ketua tim pengelola KIP di UIN Datokarama. Dengan langkah ini, mahasiswa diharapkan tak hanya cemerlang secara akademik, tetapi juga menunjukkan sikap bertanggung jawab dalam kegiatan kampus dan sosial.
KIP bukan sekadar keringanan biaya, tetapi juga investasi jangka panjang bagi masa depan para mahasiswa penerimanya. Program ini hadir untuk memastikan pendidikan tinggi dapat diakses tanpa terkendala latar belakang ekonomi.
Namun, untuk bisa mempertahankan beasiswa, mahasiswa harus terus menunjukkan prestasi dan komitmen tinggi, baik di kelas maupun dalam kegiatan kampus.