berita

Hujan Ekstrem di Makassar, Ribuan Jiwa Terdampak di Tiga Kecamatan

Minggu, 22 Desember 2024 | 18:31 WIB
Banjir besar melanda Makassar, lebih dari seribu warga mengungsi. Wali Kota Danny Pomanto tinjau langsung. Seruan gotong royong bergema.

Sulawesitoday - Hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir parah di sejumlah wilayah Kota Makassar. Tiga kecamatan terdampak, yaitu Manggala, Biringkanaya, dan Panakkukang, dengan total lebih dari seribu warga terpaksa mengungsi. Menurut data yang dirilis BPBD Makassar pada 22 Desember 2024, situasi ini menjadi salah satu yang terburuk sejak awal musim penghujan.

Di Kecamatan Manggala, sebanyak 760 jiwa mengungsi ke 12 titik yang disediakan. Di Biringkanaya, 711 warga tersebar di 12 lokasi pengungsian. Sementara itu, di Panakkukang, tiga titik pengungsian menampung 80 jiwa. Kondisi ini memaksa pemerintah kota untuk bergerak cepat, memastikan kebutuhan logistik dan kesehatan para pengungsi terpenuhi.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan "Danny" Pomanto, langsung turun ke lapangan untuk memantau situasi. Di Perumnas Antang, tepatnya di Blok 8 dan Blok 10, Danny meninjau kondisi pengungsi dan berdialog dengan warga yang masih memilih bertahan di rumah. "Ini termasuk banjir yang cukup parah, cukup tinggi. Ini sudah kali kedua dalam awal musim penghujan," ungkapnya.

Danny menyoroti pentingnya kesiapsiagaan menghadapi banjir yang mungkin terjadi lagi. Ia menegaskan bahwa semua pihak, termasuk OPD dan masyarakat, harus siaga. "Saya sudah instruksikan agar seluruh OPD terus memonitor. Jangan sampai ada warga yang terabaikan," katanya.

Baca Juga: Evakuasi Dramatis di Desa Mattabulu: 1 Tewas, 4 Luka-luka Akibat Longsor

Kesehatan pengungsi menjadi perhatian utama. Meskipun sebagian besar pengungsi dalam kondisi sehat, laporan mengenai gatal-gatal dan demam mulai muncul. "Tadi saya sudah minta dokter untuk mengunjungi rumah-rumah warga yang masih bertahan. Kita tidak bisa abaikan risiko mereka," tambah Danny.

Selain upaya pemerintah, ia juga menyerukan gotong royong di tengah masyarakat. "Kita harus bahu-membahu menangani ini. Yang terpenting adalah penyelamatan keluarga kita, terutama anak-anak dan orang tua," ujarnya. Danny juga mengingatkan agar masyarakat tetap waspada dan tidak saling menyalahkan.

Dampak banjir ini menjadi pengingat akan perlunya mitigasi jangka panjang. Dengan kondisi cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi, upaya antisipasi menjadi kunci untuk melindungi warga dan meminimalkan kerugian di masa depan.

Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday

Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.com: https://news.google.com/publica.../CAAqBwgKMN3Bswsw6tzKAw...

Tags

Terkini