Dalam nota kesepahaman yang ditandatangani, salah satu poin utamanya adalah pemberian beasiswa bagi mahasiswa Palestina.
“Kami ingin membantu generasi muda Palestina mendapatkan pendidikan tinggi dan membangun masa depan mereka,” ujar Profesor Lukman.
Ini bukan kali pertama universitas di Indonesia membuka pintu bagi mahasiswa Palestina, tetapi langkah UIN Datokarama menunjukkan bahwa solidaritas itu bisa diwujudkan dalam bentuk nyata: pendidikan.
Saat ketujuh mahasiswa ini tiba di Palu nanti, mereka tidak hanya akan belajar teknologi, tetapi juga budaya, persahabatan, dan harapan.
Dan di sini, di negeri jauh dari tanah air mereka, mereka akan menemukan rumah kedua.