• Senin, 20 Juli 2026

Sindikat Penipuan Online di Sulteng Raup Rp 4,9 M, Korban WNA Malaysia

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Jumat, 31 Januari 2025 | 18:27 WIB
Sindikat penipuan online trading di Sulteng terungkap. Bermodus travel, mereka meraup Rp 4,9 M dari korban WNA Malaysia.
Sindikat penipuan online trading di Sulteng terungkap. Bermodus travel, mereka meraup Rp 4,9 M dari korban WNA Malaysia.

Sulawesitoday - Sebuah sindikat penipuan online trading investasi berhasil dibongkar Ditreskrimsiber Polda Sulteng.

Operasi yang dilakukan pada 17 Januari 2025 ini mengungkap praktik penipuan yang telah mengantongi dana sekitar 1,34 juta Ringgit Malaysia atau setara Rp 4,9 miliar.

Namun, yang menarik, belum ada indikasi korban berasal dari Indonesia—semua target berasal dari Malaysia.

“Berdasarkan pemeriksaan sementara, belum ditemukan korban dari warga negara Indonesia. Para pelaku mengincar korban yang berkewarganegaraan Malaysia,” ungkap Kabidhumas Polda Sulteng, Kombes Pol. Djoko Wienartono di Palu, Jumat (31/1/2025).

Modus Licik Berkedok Travel

Sindikat ini menjalankan aksinya dengan menyewa sebuah ruko yang tampak seperti bisnis travel transportasi antar kabupaten dan provinsi.

Namun, di balik papan nama dan aktivitas kasat mata itu, ada aktivitas penipuan berkedok investasi trading online.

Dari penggerebekan tersebut, polisi menangkap 21 orang yang diduga terlibat.

Menariknya, di antara mereka terdapat dua pelaku di bawah umur atau yang dikategorikan sebagai Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH).

Saat ini, dua ABH tersebut tengah mendapat pendampingan dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) Palu.

“Untuk ABH ini, kami sudah berkoordinasi dengan Bapas Palu. Saat ini, mereka sedang menjalani penelitian kemasyarakatan (litmas) dan hasilnya masih kami tunggu,” jelas Djoko.

Baca Juga: Sewa vs Beli Kendaraan Dinas di Parigi Moutong: Salah Perhitungan Bisa Bikin Anggaran Jebol

Satu Pelaku Masih Buron, Uang Korban Masuk ke Rekening Luar Negeri

Penelusuran lebih dalam mengungkap bahwa ada satu pelaku lain yang masih buron, berinisial R, berasal dari Sulawesi Selatan. Perannya cukup krusial: memfasilitasi operasional dengan menyediakan tempat serta handphone untuk para pelaku. Saat ini, polisi masih memburunya.

Penyelidikan lebih lanjut juga menemukan sembilan rekening yang terkait dengan kasus ini, semuanya merupakan rekening bank luar negeri.

“Nomor rekening yang ditemukan pada handphone para pelaku mengarah pada sembilan korban, dan semuanya menggunakan rekening bank luar negeri,” ujar Djoko.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini