Sulawesitoday - Kolaka Timur kembali diguncang gempa. Bukan sekali, tapi berkali-kali. Getaran yang terjadi selama lima hari terakhir membuat warga semakin waspada. Ada yang memilih tetap di rumah, tapi banyak juga yang memilih begadang mengantisipasi guncangan berikutnya.
Menurut laporan BMKG, gempa pertama dengan magnitudo 5,1 terjadi pada Rabu (29/1) pukul 08.50 WITA. Tidak lama berselang, gempa kedua berkekuatan M 4,3 terjadi pukul 10.02 WITA, disusul guncangan ketiga berkekuatan M 4,7 pada pukul 11.51 WITA. Selama beberapa detik, bumi Kolaka Timur seperti dihentak keras.
"Gempa dirasakan sedang selama 2-3 detik di Kolaka Timur. Masyarakat panik dan keluar rumah," tulis BMKG dalam keterangannya, Rabu (29/1).
Meski situasi kini berangsur kondusif, sebagian warga tetap memilih bertahan di luar rumah. Rasa was-was belum sepenuhnya hilang. Data sementara mencatat setidaknya 31 kepala keluarga terdampak dengan jumlah rumah rusak yang masih dalam pendataan.
Warga Lima Hari Tak Tenang
Muhammad Yasir (30), seorang warga, mengaku sudah merasakan gempa terus-menerus selama lima hari terakhir. Ia masih ingat betul kejadian Rabu pagi itu. Saat gempa M 5,1 mengguncang, ia sedang tidur bersama istri dan anaknya.
"Kami terbangun, saya langsung gendong anakku dan lari keluar rumah. Ada suara gemuruh, rumah goyang beberapa detik sebelum akhirnya berhenti," cerita Yasir.
Bukan hanya kepanikan, Yasir juga melihat rumahnya mengalami kerusakan. "Ada retak di tembok rumahku pas gempa yang 5,1 tadi pagi," katanya.
Baca Juga: Diskon Listrik PLN 50 Persen Masih Berlaku? Cek Batas Waktunya di Sini
Kini, ketidakpastian semakin membuat warga resah. Haruskah mereka mengungsi? Ataukah bisa tetap bertahan? "Kami di sini khawatir, tapi bingung juga. Sudah lima hari gempa terus terasa, tapi belum ada kepastian dari pemerintah. Bahkan sekadar kepastian bilang aman pun belum ada," lanjut Yasir.
Antisipasi dan Langkah Selanjutnya
BMKG mengimbau warga tetap waspada dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak resmi. Meski belum ada perintah evakuasi besar-besaran, warga diminta mengenali tanda-tanda gempa dan menyiapkan langkah mitigasi mandiri.
Sementara itu, pemerintah daerah masih terus berkoordinasi untuk memastikan langkah penanganan terbaik bagi warga terdampak.
Artikel Terkait
Sri Mulyani Klaim Subsidi LPG 3 Kg Rp 30 Ribu, Warganet: Kok Kami Beli Lebih Mahal?
Kenapa HP Tiba-tiba Mati Sendiri Padahal Baterai Masih Ada? Ini Biang Keroknya
Mau Pertalite Harga Lebih Murah? Begini Cara Daftar Subsidi Tepat MyPertamina yang Gampang Banget
Bukan Lagi ke Pengecer! Mulai 1 Februari, LPG 3 Kg Hanya Dijual di Pangkalan
Diskon Listrik PLN 50 Persen Masih Berlaku? Cek Batas Waktunya di Sini