berita

Longsor Terjang Desa Loli Saluran Donggala, Warga Panik dan Mengungsi

Jumat, 14 Februari 2025 | 13:38 WIB
Longsor di kawasan pertambangan Desa Loli Saluran, Donggala, memicu inspeksi ketat dan diskusi mendalam soal keselamatan warga serta tanggung jawab sosial industri.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Sulawesitoday.com (@sulawesitoday)

Sulawesitoday - Pagi ini, ketenangan Desa Loli Saluran di Banawa pecah akibat peristiwa alam yang mengejutkan. Sebuah longsor di area pertambangan galian C memicu keprihatinan mendalam di antara warga dan pihak terkait.

Rekaman video yang diunggah di media sosial menampilkan tanah dan batu yang meluncur di belakang SDN 21 Banawa. Video tersebut, yang direkam oleh seorang guru, menjadi bukti visual yang memicu kepanikan di lokasi.

Warga segera merespon dengan kegelisahan, menyaksikan suasana mencekam di sekitar area sekolah dan permukiman. Kerumunan warga, guru, dan murid tampak berusaha menjaga ketenangan meski situasi semakin memanas.

Insiden terjadi pada Jumat, 14 Februari 2025, ketika galian pertambangan menunjukkan tanda-tanda ketidakstabilan. Kejadian ini membuka diskusi hangat mengenai pentingnya pengawasan industri terhadap lingkungan sekitarnya.

Pihak tambang langsung merespons dengan melakukan peninjauan menyeluruh ke area yang terdampak. Mereka memeriksa jarak antara titik longsor dan pemukiman yang diperkirakan sekitar 50 meter, dengan sungai mengalir di belakangnya. Herman, petugas keamanan di lokasi, mengonfirmasi, "Iya benar, pagi tadi terjadi longsor; kami diarahkan untuk memeriksa langsung area permukiman dan sekolah." Pernyataannya disampaikan pada Jumat, 14 Februari 2025, menegaskan keseriusan pihak tambang dalam menangani insiden ini.

Meski awalnya membuat heboh, situasi mulai kembali normal seiring dengan berjalannya waktu. Warga tampak kembali melanjutkan aktivitas mereka, namun kewaspadaan terhadap potensi bencana serupa tetap tinggi.

Kejadian ini memicu perdebatan hangat antara kebutuhan industri dan keselamatan warga. Banyak pihak bertanya, apakah langkah-langkah pengamanan yang diterapkan sudah cukup untuk menghadapi ancaman alam yang terus berubah? Dalam perspektif global, insiden serupa juga terjadi di berbagai daerah. Misalnya, insiden longsor di Lunguto Buol telah menyebabkan penutupan jalan trans serta kerusakan pada beberapa rumah, menambah deretan peristiwa alam yang menguji kesiapan infrastruktur.

Pemerintah daerah turut memantau situasi guna memastikan keamanan lingkungan. Langkah koordinasi antara instansi terkait dan perusahaan pertambangan diharapkan segera menghasilkan solusi preventif. Sejalan dengan hal itu, terlihat pula komitmen perbaikan infrastruktur pasca bencana sebagai respons atas dampak yang ditimbulkan oleh bencana alam.

Masyarakat setempat berharap peristiwa ini menjadi pemicu perubahan menuju pengelolaan sumber daya yang lebih aman dan bertanggung jawab. Keterlibatan aktif dan sinergi antara masyarakat, perusahaan, dan pemerintah menjadi kunci untuk mengantisipasi bencana di masa depan. Warga menekankan pentingnya transparansi dan regulasi yang ketat demi menjaga keseimbangan alam dan aktivitas industri.

Insiden longsor di Donggala ini menyisakan pelajaran berharga bagi semua pihak. Komitmen bersama sangat diperlukan untuk melindungi lingkungan kita dan memastikan keselamatan bersama.

Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday.

Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.

Tags

Terkini