• Kamis, 4 Juni 2026

Video Viral Ungkap Aksi Penyegelan Rumah di Sampang, Diduga Akibat Taruhan Pilkada

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Minggu, 23 Februari 2025 | 15:44 WIB
Video viral di Sampang tunjukkan penyegelan rumah milik eks Sekdes, diduga berkaitan dengan kekalahan taruhan pilkada.
Video viral di Sampang tunjukkan penyegelan rumah milik eks Sekdes, diduga berkaitan dengan kekalahan taruhan pilkada.

Sulawesitoday - Sebuah video yang kini viral di media sosial menampilkan aksi penyegelan sebuah rumah di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

Peristiwa yang mengejutkan ini diduga bermotif kekalahan dalam taruhan pilkada, sebuah praktik gelap yang kerap mencuat dalam dinamika politik lokal.

Insiden terjadi di Desa Asemraja, Kecamatan Jrengik, di mana rumah yang disegel itu diketahui milik mantan Sekretaris Desa setempat.

Dalam rekaman video yang beredar, terlihat sekelompok orang dengan sigap memasang palang kayu di pintu rumah.

Aksi penyegelan ini dilakukan secara bersama-sama, disertai dengan pengeluaran berbagai barang milik penghuni rumah.

Suasana makin mencekam terlihat dari tangisan histeris seorang perempuan yang terdengar jelas dalam rekaman, menandakan betapa dalamnya rasa kecewa dan keputusasaan yang dirasakan oleh keluarga korban.

Kasi Humas Polres Sampang, Ipda Andi Amin, mengonfirmasi kebenaran peristiwa tersebut. “Hingga saat ini tidak ada pihak yang melaporkan kejadian itu,” ujarnya pada Minggu (23/2/2025).

Menurutnya, hingga kini pemilik rumah belum melaporkan secara resmi insiden penyegelan tersebut kepada pihak kepolisian. “Persoalan itu kami belum dalami. Kami masih menunggu, sampai sekarang pemilik rumah belum melapor,” pungkasnya.

Meskipun belum ada laporan resmi, video aksi penyegelan tersebut telah memicu respons beragam di kalangan netizen.

Banyak pengguna media sosial menyayangkan tindakan semacam itu yang dianggap sebagai bentuk intimidasi dan pelanggaran hak warga.

Reaksi keras pun bermunculan, dengan sejumlah pihak menuding bahwa aksi penyegelan ini merupakan manifestasi dari kekecewaan dan persaingan kotor dalam pertaruhan pilkada, yang semakin mencoreng citra politik lokal.

Kasus ini kembali membuka tabir praktik-praktik tidak etis yang terjadi di balik layar pertaruhan pilkada.

Baca Juga: Kakek Inspiratif dari Sentul Tempuh 8000 km dengan Sepeda demi Ibadah Haji

Di satu sisi, aksi tersebut dianggap sebagai bentuk protes ekstrem dari pihak yang merasa dirugikan. Di sisi lain, tindakan semacam ini jelas melanggar norma dan hukum yang berlaku, serta dapat memicu konflik sosial yang lebih luas di masyarakat.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini