• Senin, 20 Juli 2026

Remaja 19 Tahun Hilang Usai Terjun dari Jembatan Teluk Kendari, Dugaan Bundir

.
Aswadin, Sulawesi Today
- Senin, 28 April 2025 | 14:46 WIB
Riski Nurul (19) hilang setelah terjun dari Jembatan Teluk Kendari, SAR terus lakukan pencarian sambil tegaskan imbauan kesehatan mental.
Riski Nurul (19) hilang setelah terjun dari Jembatan Teluk Kendari, SAR terus lakukan pencarian sambil tegaskan imbauan kesehatan mental.

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi maupun pikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan dengan psikolog, psikiater, atau klinik kesehatan mental terdekat.

Sulawesitoday - Seorang remaja perempuan bernama Riski Nurul (19) dilaporkan menghilang setelah nekat melompat dari Jembatan Teluk Kendari (JTK) pada Minggu malam.

Aksi yang diduga sebagai upaya bunuh diri itu terjadi sekitar pukul 23.50 Wita, membuat suasana di lokasi mencekam bagi saksi dan penjaga jembatan.

Menurut keterangan Humas Basarnas Kendari, Wahyudi, informasi pertama kali diterima tim SAR gabungan dari anggota Polairud Polda Sultra pada Senin dini hari pukul 01.30 Wita.

“Iya, korban melompat dari Jembatan Teluk Kendari sekitar pukul 23.50 Wita,” jelas Wahyudi dalam pernyataannya, Senin (28/4/2025).

Setelah menerima laporan, Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari langsung diberangkatkan ke lokasi untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan.

Peralatan selam dan perahu karet dikerahkan untuk menyusuri perairan di bawah struktur jembatan, namun hingga pagi ini korban belum berhasil ditemukan.

“Dugaannya korban melakukan percobaan bunuh diri dengan cara melompat dari jembatan,” tambah Wahyudi.

Meski upaya pencarian intensif masih berlangsung, tim SAR belum memperoleh titik terang mengenai keberadaan Riski Nurul.

Sejumlah saksi mata yang berada di sekitar jembatan mengaku sempat melihat sosok remaja putri itu berdiri di tepi railing sebelum terjun ke laut.

Namun dalam kegelapan malam dan arus yang cukup deras, visualisasi pencarian menjadi tantangan tersendiri bagi tim penyelam.

Hingga berita ini diturunkan, Basarnas bersama Polairud dan relawan setempat masih melanjutkan pencarian dari darat dan laut.

Baca Juga: Di Sulteng Hadir Teknologi Bisa Ubah 10 Kg Sampah Plastik Jadi 10 L BBM Mandiri untuk Nelayan dan Petani

Mereka juga mengimbau masyarakat sekitar untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi serupa. Bagi yang memiliki informasi tambahan, diharapkan menghubungi posko SAR Kendari yang aktif 24 jam.

Halaman:

Editor: Aswadin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini