Sulawesitoday - Ratusan warga Desa Sigenti, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, turun ke jalan, Senin (28/4/2025).
Massa berkali-kali meneriakkan tuntutan yang sama: Kepala Desa Sigenti, Mohammad Makaramah, harus mundur atau diberhentikan dari jabatannya.
Aksi bermula pukul 10.00 WITA, ketika kerumunan bergerak dari rumah warga menuju kantor desa.
Mereka membawa spanduk berisi kecaman terhadap dugaan penyalahgunaan anggaran desa dan gaya kepemimpinan otoriter Makaramah.
Investigasi oleh Komisi I DPRD Kabupaten bersama Inspektorat dan Dinas PMD, menurut pendemo, tak lagi relevan.
“Kami tidak peduli dengan investigasi itu, yang kami inginkan Kepala Desa Sigenti mundur,” tegas Rahmatia Zainudin, salah satu koordinator aksi, di tengah sorak massa.
Seruan serupa dilontarkan berulang kali, menegaskan keteguhan warga atas tuntutan mereka.
Sejak dilantik awal 2024, Mohammad Makaramah dituding tak transparan dalam pengelolaan keuangan desa dan kerap mengambil keputusan sepihak.
Ketidakhadirannya di kantor desa saat jam kerja—informasinya sedang berada di luar kota—semakin memancing kemarahan.
“Ini contoh buruk dari penyelenggaraan pemerintahan desa,” ujar Moh. Sidik, Koordinator Lapangan, menyoroti absennya Makaramah ketika warga menagih janji-janji pembangunan.
“Warga sudah lelah dibisikan rencana, tetapi hasilnya jauh panggang dari api.”
Ketegangan memuncak saat massa membakar ban bekas di halaman kantor desa. Asap hitam mengepul tinggi, menutup pandangan dan menimbulkan suasana mencekam.
Baca Juga: Warga Moutong Timur Antusias Ikuti Sosialisasi JKK-JKM BPJS, Santunan hingga Beasiswa Jadi Andalan
Beberapa pendemo sempat terbatuk akibat bau asap, namun nyala api tak surut.
Artikel Terkait
Eksekusi Showroom di Makassar Ricuh, Massa Bakar Ban, Polisi Kerahkan Water Cannon
SMAN 1 Palu Jadi Panggung RuKI: Dua Inovasi Pelajar Mulai Fuzzy Logic hingga Nanopartikel Perak
Di Sulteng Hadir Teknologi Bisa Ubah 10 Kg Sampah Plastik Jadi 10 L BBM Mandiri untuk Nelayan dan Petani
Remaja 19 Tahun Hilang Usai Terjun dari Jembatan Teluk Kendari, Dugaan Bundir
Warga Moutong Timur Antusias Ikuti Sosialisasi JKK-JKM BPJS, Santunan hingga Beasiswa Jadi Andalan