• Minggu, 19 Juli 2026

Lebih Banyak Istri yang Angkat Kaki, 815 Perceraian Warnai Palu di Awal 2025

.
Aswadin, Sulawesi Today
- Senin, 28 April 2025 | 16:38 WIB
Perceraian di Palu meledak: 815 kasus dalam 4 bulan, dominasi cerai gugat. Faktor penyebab beragam, dari urusan ranjang hingga isi kantong.
Perceraian di Palu meledak: 815 kasus dalam 4 bulan, dominasi cerai gugat. Faktor penyebab beragam, dari urusan ranjang hingga isi kantong.

Sulawesitoday - Empat bulan pertama 2025 belum genap berlalu, Kota Palu sudah dibanjiri angka perceraian. Catatan Pengadilan Agama Kelas 1 A Palu menunjukkan ada 815 rumah tangga yang bubar jalan.

Yang menarik, lebih dari tiga perempat perceraian itu justru digugat oleh pihak perempuan. Dalam istilah pengadilan, disebut cerai gugat—di mana sang istri yang mengajukan pisah.

Angkanya tak main-main. Januari ada 162 kasus cerai gugat, Februari melonjak jadi 205 kasus, Maret 132 kasus, dan April 131 kasus. Total 630 perempuan memutuskan untuk tak lagi berbagi atap dengan pasangannya.

Sementara, cerai talak—perceraian yang diajukan laki-laki—juga tetap ada, meski jumlahnya jauh di bawah. Tercatat 39 kasus di Januari, 57 di Februari, 49 di Maret, dan 40 di April.

Kalau dikalkulasi, 630 cerai gugat ditambah 185 cerai talak, genaplah 815 perkara. Satu angka yang mengajak merenung: ada apa gerangan di dapur-dapur rumah tangga Palu?

Pengadilan Agama Palu juga mencatat, tidak semua gugatan sampai ke meja hakim. Ada yang dikabulkan, ada pula yang berujung damai. Januari misalnya, 33 perkara dikabulkan, 17 perkara dicabut. Februari bahkan lebih dramatis: 113 perkara dikabulkan, 10 dicabut.

Alasan bubarnya rumah tangga beragam. Dari yang klasik hingga yang getir. Zina, mabuk, madat, judi, poligami, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), hingga alasan ekonomi. Ada juga perkara kawin paksa, pasangan yang murtad, atau bahkan suami/istri yang mendekam di penjara.

Palu memang bukan Jakarta atau Surabaya, tapi dalam urusan patah hati, rasanya semua kota punya cerita serupa. Bedanya cuma di angka.

Baca Juga: Ratusan Warga Sigenti Demo di Kantor Desa, Desak Kades Makaramah Mundur Sekarang

Fenomena ini bukan sekadar soal statistik, melainkan potret sosial tentang bagaimana rumah tangga hari ini diuji oleh banyak hal: mulai dari loyalitas, finansial, sampai urusan prinsipil.

Satu hal yang pasti, di balik tiap gugatan yang diajukan, selalu ada kisah panjang yang tak tercatat di berkas perkara.

Editor: Aswadin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini