Sebagai penutup, Rocky mengajak publik melihat semua ini sebagai pelajaran besar dalam panggung politik Indonesia. Bahwa kejujuran dan integritas adalah pondasi utama dalam memimpin, dan rakyat tak bisa lagi dibohongi oleh narasi kosong.
"Setelah kekuasaan berakhir, yang tinggal hanyalah integritas. Kalau itu tak ada, maka penghormatan pun sirna. Rakyat tak bodoh, mereka hanya butuh waktu untuk bersuara dan sekarang suara itu menggema dari mana-mana, bahkan dari belakang truk di jalanan," pungkas Rocky.
Artikel Terkait
Hakim PN Tolitoli Tolak Praperadilan, Benni Chandra Resmi Tersangka Kasus Korupsi Pasar Rakyat Dakopamean
Vonis Pidana Tom Lembong, Hakim Ungkap Ketidakcermatan Mantan Mendag di Balik Impor Gula Nasional
Tersangka Utama Pembobol Rumah Kosong di Sigi Dicokok, Jejak Pelarian RA Berakhir
Pesta Pernikahan Anak Gubernur Jabar Berujung Duka, Tiga Orang Tewas Termasuk Polisi
Stok Beras SPHP di Parigi Moutong Aman, TPID Pastikan Harga Terkendali Jelang Panen Raya