• Selasa, 21 Juli 2026

341 Ribu Data Polisi Bocor Pasca Penangkapan Bjorka, Polda Metro: Masih Dalami Identitas Pelaku

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Selasa, 7 Oktober 2025 | 20:31 WIB
Data 341 ribu polisi bocor sehari setelah penangkapan Bjorka. Polisi masih dalami identitas pelaku. Publik skeptis.
Data 341 ribu polisi bocor sehari setelah penangkapan Bjorka. Polisi masih dalami identitas pelaku. Publik skeptis.

Sulawesitoday - Sehari setelah Polda Metro Jaya mengumumkan penangkapan sosok di balik akun @bjorkanesiaaa, dunia maya justru diguncang kebocoran masif. Data 341 ribu personel Polri tersebar. Bocor total. Nama lengkap, pangkat, nomor ponsel, hingga alamat email—semua terpampang di forum gelap internet.

Kabar itu pertama kali mencuat pada Minggu, 5 Oktober 2025. Pakar keamanan siber Teguh Aprianto mengunggah temuan mengejutkan lewat akun X miliknya, @secgron. 

"Polisi mengklaim menangkap Bjorka," tulisnya tajam. "Padahal yang ditangkap itu cuma faker alias peniru."

Unggahan itu langsung memicu gelombang pertanyaan. Publik bingung. Skeptis. Bahkan marah.

Sebab di satu sisi, polisi baru saja mengklaim keberhasilan menangkap pemuda berinisial WFT (22) dari Minahasa. Di sisi lain, peretas yang mengaku Bjorka asli justru menebar bukti baru—kebocoran data terbesar dalam sejarah institusi kepolisian Indonesia.

  • Benarkah WFT adalah Bjorka? Atau polisi salah sasaran?

Apakah Bjorka yang Ditangkap Itu Pelaku Sebenarnya?

Polda Metro Jaya tak mengelak. Mereka mengakui identitas tersangka masih kabur.

AKBP Reonald Simanjuntak, Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, memberikan pernyataan hati-hati pada Senin, 6 Oktober 2025. Ia menekankan satu hal: di internet, siapa pun bisa jadi siapa saja.

"Everybody can be anybody di internet," kata Reonald di Mapolda Metro Jaya. "Siapapun bisa jadi siapa saja."

Ia mengakui kemungkinan adanya lebih dari satu orang yang memakai nama Bjorka. Jejak digital WFT memang menunjukkan aktivitas mencurigakan. Namun, apakah ia satu-satunya? Belum pasti.

WFT diketahui aktif di dark web. Ia kerap berganti identitas. Dari Bjorka ke SkyWave, lalu Opposite6890. Perubahan nama itu, menurut Reonald, membuktikan pola operasi yang licin.

"Yang bersangkutan sudah beberapa kali juga mengubah nama di dark web," terang Reonald.

Namun pertanyaan besarnya tetap menggantung: apakah kebocoran 341 ribu data Polri itu ulah WFT? Atau justru peretas lain yang menumpang nama?

Polisi belum berani memastikan. Penyelidikan masih bergulir.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini