• Selasa, 21 Juli 2026

Parigi Moutong Usulkan Revisi Wilayah Tambang 355 Ribu Hektar, Emas Jadi Primadona

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Selasa, 7 Oktober 2025 | 11:42 WIB
Bupati Parigi Moutong mengajukan revisi WP 355.934 hektar ke Gubernur Sulteng. 53 lokasi WPR emas tersebar di 23 kecamatan.
Bupati Parigi Moutong mengajukan revisi WP 355.934 hektar ke Gubernur Sulteng. 53 lokasi WPR emas tersebar di 23 kecamatan.

Sulawesitoday - Peta pertambangan Sulawesi Tengah bakal berubah. Bupati Parigi Moutong mengirim surat rekomendasi ke Gubernur. Usulan perubahan Wilayah Pertambangan (WP) seluas 355.934,25 hektar resmi diajukan. Angka fantastis itu mencakup 23 kecamatan.

H. Erwin Burase, S.Kom, meneken surat bernomor 600.3.1/4468/DIS.PUPRP pada 17 Juni 2025. Dokumen itu merespons permintaan pemerintah pusat. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM sebelumnya mengirim surat nomor T-719/MB.03/DJB.P/2025 tertanggal 15 Mei 2025. Isinya meminta data penyesuaian wilayah pertambangan.

Bukan tanpa sebab. Gubernur Sulawesi Tengah sudah mengirim surat nomor 500.10.2.3/105/dis.esdm sejak 13 Februari 2024. Topiknya sama: permintaan usulan lokasi dan bukti dukung persyaratan revisi WP. Kepala Dinas ESDM Sulteng bahkan menindaklanjuti dengan surat nomor 500.10.25.7/71.57/MINERBA pada 10 Desember 2024. Rangkaian korespondensi itu menunjukan urgensi persoalan.

Surat Bupati memuat dua poin krusial. Poin A menjamin tata ruang wilayah yang diusulkan akan disesuaikan. Caranya? Melalui revisi tata ruang kabupaten. Dasarnya Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2020 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Parigi Moutong. Komitmen hukum itu penting. Tanpa itu, usulan bisa mentah.

Poin B lebih teknis. Pemkab melampirkan data usulan WP lengkap. Ada daftar usulan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). Koordinat dan peta setiap lokasi disertakan. Detail administratif seperti ini jarang diabaikan pemerintah pusat.

  • Mengapa Wilayah Pertambangan Perlu Direvisi?

Tata ruang berubah. Kebutuhan ekonomi daerah berkembang. Kabupaten Parigi Moutong menemukan potensi mineral baru. Revisi WP menjadi keniscayaan. Tanpa penyesuaian, peluang investasi terlewat.

Data usulan perubahan mencengangkan. Moutong memimpin dengan luas 44.915,26 hektar. Parigi Selatan menyusul dengan 30.121,58 hektar. Palasa mencatat 27.906,63 hektar. Bolano Lambunu 26.435,22 hektar. Ongkamalino 25.122,61 hektar. Lima kecamatan itu saja sudah menyumbang hampir setengah total usulan.

Kecamatan lain juga dapat jatah signifikan. Tomini mendapat alokasi 19.593,04 hektar. Tinombo 18.036,21 hektar. Sidoan 17.024,02 hektar. Tinombo Selatan 15.146,73 hektar. Kasimbar 14.956,98 hektar. Bahkan kecamatan terkecil, Siniu, tetap masuk daftar dengan 0,98 hektar.

Rincian lengkap 23 kecamatan menunjukkan ambisi besar.

  • Parigi Barat 9.825,62 hektar.
  • Parigi Tengah 8.377,13 hektar.
  • Parigi Utara 8.552,81 hektar.
  • Ampibabo 7.657,60 hektar.
  • Toribulu 7.287,34 hektar.
  • Balinggi 11.494,76 hektar.
  • Mepanga 10.839,62 hektar.
  • Sausu 12.145,91 hektar.
  • Taopa 14.802,29 hektar.
  • Ampibabo lainnya 20.681,33 hektar.
  • Bolano 4.961,04 hektar.
  • Bahkan Parigi kota tercatat 49,49 hektar.

Total 355.934,25 hektar bukan angka main-main. Luasnya setara ratusan ribu lapangan sepak bola. Kalau disetujui, peta pertambangan Sulteng berubah drastis.

  • Apa yang Istimewa dari Usulan Ini?

Emas. Komoditas itu jadi bintang utama. Seluruh 53 lokasi WPR yang diusulkan menargetkan emas. Tidak ada batubara. Tidak ada nikel. Hanya logam mulia.

Daftar lokasi WPR membentang dari Ampibabo hingga Tomini. Buranga 2, 3, dan 4 di Kecamatan Ampibabo masing-masing seluas sekitar 98 hektar. Kayuboko di Parigi Barat punya tujuh titik lokasi. Kayuboko 2 hingga Layuboko 7 totalnya hampir 700 hektar. Lobu di Moutong ada tiga titik. Sausu punya lokasi paling banyak: Sausu Salubanga dan Sausu Torono dengan berbagai segmen.

Lokasi dengan luas besar juga menarik perhatian. Sipontan Baru di Tomini mencapai 2.050 hektar. Ongka Dspot di Ongkamalino 1.510 hektar. Dongkas di Tinombo 651 hektar. Karya Mandiri Baru 592 hektar. Sipayo 530 hektar. Angka-angka itu menunjukkan skala tambang rakyat yang tidak lagi "rakyat jelata".

Beberapa lokasi justru sangat kecil. Gio 1 hanya 22 hektar. Tingkulang 2 dan Tomini Barat 2 masing-masing 49 hektar. Tauvu 80 hektar. Muara Tambang 95 hektar. Sialopa juga 95 hektar. Ukuran kecil bukan berarti potensi kecil. Konsentrasi emas bisa sangat tinggi.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini