• Kamis, 4 Juni 2026

Ketika Bansos Beras Diduga Dijadikan Alat Tekanan Politik Oknum P3K di Pilkada Majene 2024: Ancaman Hukumannya Tidak Main-Main!

.
Aswadin, Sulawesi Today
- Senin, 30 September 2024 | 01:00 WIB
Oknum P3K di Majene diduga mempolitisasi bansos beras untuk memenangkan petahana dalam Pilkada 2024. Ancaman via WhatsApp viral. (Aswadin)
Oknum P3K di Majene diduga mempolitisasi bansos beras untuk memenangkan petahana dalam Pilkada 2024. Ancaman via WhatsApp viral. (Aswadin)

Selain itu, mereka juga mendesak pihak berwenang, seperti Bawaslu, untuk turun tangan lebih serius. Karena tanpa pengawasan yang ketat, kasus serupa bisa saja terjadi lagi dan merusak proses demokrasi yang seharusnya jujur dan adil.

WhatsApp Sebagai Alat Tekanan

Yang menarik dari kasus ini adalah penggunaan media sosial, khususnya WhatsApp, sebagai alat ancaman. Dengan mudahnya, oknum tersebut mengirimkan pesan yang berbunyi, “Bantuan akan dicabut jika tidak mendukung petahana.” Ancaman ini memang sederhana, tapi dampaknya besar. Apalagi, bagi masyarakat yang sangat bergantung pada bantuan tersebut. Tidak heran jika pesan ini cepat viral, karena masyarakat merasa terancam dengan intervensi politik yang merugikan mereka.

WhatsApp memang sering kali digunakan sebagai sarana komunikasi sehari-hari, tapi ketika dimanfaatkan untuk tujuan tidak etis seperti ini, efeknya bisa luar biasa. Tidak hanya mengintimidasi, tapi juga merusak kepercayaan publik terhadap proses politik.

Harapan Masyarakat

Kini, masyarakat berharap agar kasus ini segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang. Beberapa tokoh masyarakat bahkan berencana untuk mendatangi Kantor Lurah guna membicarakan masalah ini lebih lanjut. Mereka mendesak agar Kepala Lingkungan yang terlibat segera diganti, demi memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah setempat.

Selain itu, masyarakat juga berharap agar Bawaslu lebih proaktif dalam menjalankan tugasnya. “Penting dilakukan pengawasan dan menindaklanjuti persoalan demikian,” kata seorang warga yang khawatir Pilkada kali ini akan penuh kecurangan.

Perlu Edukasi Masyarakat

Yang lebih penting lagi, masyarakat perlu diberikan pemahaman bahwa bantuan sosial, khususnya beras yang disalurkan oleh pemerintah, bukanlah alat politik. Bantuan tersebut bukan berasal dari anggaran daerah (APBD), melainkan dari anggaran pusat (APBN). Jadi, tidak ada alasan bagi siapapun untuk menjadikan bantuan ini sebagai alat tekanan.

Kejadian ini sekali lagi menunjukkan betapa pentingnya edukasi dan pengawasan dalam setiap proses demokrasi. Masyarakat harus dilindungi dari segala bentuk intervensi politik yang tidak etis, apalagi yang melibatkan bantuan sosial.

Halaman:

Editor: Aswadin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini