Sulawesitoday - Suasana di kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar mendadak tegang beberapa waktu lalu. Dua kelompok mahasiswa bentrok di area kampus yang berada di Kecamatan Panakkukang.
Insiden yang menghebohkan ini mengundang perhatian publik, terutama karena video yang merekam peristiwa tersebut beredar dengan cepat di media sosial.
Menurut pengamatan awal, bentrokan terjadi antara mahasiswa yang diduga berasal dari Mapala dan Fakultas Teknik.
"Kita lihat kedua pihak sama-sama membawa senjata tajam, yang membuat situasi semakin memanas," ungkap Kompol Devi Sujana, Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Minggu 2 Februari 2024.
Meski detail kronologi masih belum lengkap, pernyataan tersebut menegaskan bahwa kedua belah pihak tidak segan menggunakan sajam sebagai alat perlawanan.
Video viral yang beredar menunjukkan momen menegangkan di mana sekelompok mahasiswa tampak mengejar lawan mereka sambil menggenggam senjata tajam berukuran panjang.
"Lihat saja, jelas terlihat bahwa kedua belah pihak sama-sama bersenjata. Apakah ini pertanda konflik yang lebih dalam di lingkungan kampus?" tanya saya, sambil mencoba memahami dinamika yang terjadi.
Di balik peristiwa tersebut, satu mahasiswa terluka dan segera mendapatkan penanganan medis. Meski luka yang diderita tampak tidak mengancam nyawa, kejadian ini memicu pertanyaan besar:
Bagaimana bisa situasi di kampus yang seharusnya menjadi tempat belajar berubah menjadi arena pertempuran?
Kompol Devi menambahkan, "Pihak kami telah menerima laporan terkait insiden ini. Kami tengah menggali lebih dalam penyebab peristiwa tersebut."
Dari sisi mahasiswa, insiden ini membuka ruang diskusi mengenai kondisi emosional dan tekanan yang mungkin terjadi di lingkungan akademis.
Sering kali, perbedaan pendapat atau persaingan antar organisasi di kampus bisa bereskalasi tanpa disadari. Sungguh, apakah bentrokan ini hanya sekadar pertemuan kecil yang meledak, atau ada dinamika yang lebih kompleks di baliknya?
Baca Juga: Insiden Memilukan, Bocah 6 Tahun Ini Meninggal Terlindas Bus Ketika Buat Konten Telolet
Seiring penyelidikan terus berlangsung, banyak pihak berharap agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi.
Artikel Terkait
Warga Palopo Ingatkan Pengendara: Hati-hati di Jalan Berlubang, Rawan Lakalantas
Restrukturisasi Besar di Google: Program Keluar di Tengah Penggabungan Tim dan Kebijakan Hibrida
Heboh Remaja Ini Mengamuk Ancam Ibunya Karena Tidak Dibelikan Skincare
Viral Video Oknum Polisi Diduga Peras Pelajar Picu Protes Warga
Insiden Memilukan, Bocah 6 Tahun Ini Meninggal Terlindas Bus Ketika Buat Konten Telolet