Sulawesitoday - Sebuah insiden mengejutkan mencuat di kota Mamuju. Kasus pengeroyokan presenter eks TVRI, Mamuju Sulbar, yang menimpa Ninda Maisara kini mencuri perhatian publik dan aparat.
Perselisihan di dunia maya meletus dengan cara yang tak terduga. Ninda sempat meminta klarifikasi terkait isu yang tersebar, namun permintaan itu malah memicu reaksi brutal.
Tak lama, sekelompok emak-emak menyerbu rumah Ninda di Mamuju. Aksi ini berujung pada pengeroyokan yang mengakibatkan luka serius pada korban.
Video insiden tersebut langsung viral di media sosial. Rekaman memperlihatkan betapa dahsyatnya pukulan dan benturan yang terjadi.
Penyelidikan atas kasus pengeroyokan presenter eks TVRI, Mamuju Sulbar, kini tengah digiatkan oleh Satreskrim Polresta Mamuju. Pihak kepolisian masih menggali keterangan dari sejumlah saksi untuk mengungkap seluruh fakta.
AKP M Reza Pranata, Kasat Reskrim Polresta Mamuju, menyatakan, "Laporan baru masuk pada Sabtu kemarin. Sekarang, kami masih melakukan penyelidikan," ujarnya pada Selasa, 18 Februari 2025. Ia menambahkan bahwa detail lebih lanjut belum dapat diungkap karena masih dalam tahap pemeriksaan saksi.
Dalam keterangannya, Ninda menceritakan insiden dengan lugas. "Saya meminta klarifikasi atas isu yang beredar, tapi semuanya berakhir dengan aksi pengeroyokan," ungkapnya di ruang Reskrim Polresta Mamuju pada Minggu, 16 Februari 2025.
Menurut Ninda, serangan bermula ketika salah satu pelaku pertama kali memukul kepalanya dengan kunci motor. Tak lama kemudian, beberapa orang lain bergabung dan meneruskan kekerasan itu hingga ia terluka parah.
Setelah aksi brutal tersebut, para pelaku segera membubarkan diri dari lokasi. Ninda langsung melaporkan kejadian ini ke pihak berwenang dan menjalani visum di Rumah Sakit Bhayangkara Mamuju.
Kasus pengeroyokan presenter eks TVRI, Mamuju Sulbar ini memicu kecaman luas dari masyarakat. Banyak yang menyayangkan kekerasan yang didorong oleh perselisihan di dunia maya.
Insiden ini menjadi cermin betapa pentingnya penyelesaian konflik dengan cara yang bijak. Media sosial seharusnya menjadi ruang untuk berdiskusi, bukan ajang untuk melampiaskan amarah secara fisik.
Baca Juga: Pemuda 20 Tahun Tertangkap Usai Aksi Koboi di Kendari, Klaim Anak TNI
Pihak kepolisian menghimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dan mengutamakan dialog daripada kekerasan. Mereka juga mengingatkan bahwa tindakan sewenang-wenang harus segera ditindak tegas.
Penyelidikan lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap motif dan kronologi lengkap kejadian. Masyarakat kini menanti perkembangan dari kasus pengeroyokan presenter eks TVRI, Mamuju Sulbar ini untuk mendapatkan keadilan bersama.
Artikel Terkait
Pilar Jembatan Mahakam Retak Usai Kapal Tongkang Ditarik Tugboat, Investigasi Masih Berjalan
Pemprov Sulteng Siapkan Rumah Kemas Durian Beku untuk Ekspor ke Cina
Film Uwentira Kota Jin Tampilkan Horor Lokal dengan Nuansa Mistis di Sulteng
Polres Banggai Ungkap 17 Kasus Narkotika, 20 Tersangka Ditahan
Pemuda 20 Tahun Tertangkap Usai Aksi Koboi di Kendari, Klaim Anak TNI