• Senin, 20 Juli 2026

Pilar Jembatan Mahakam Retak Usai Kapal Tongkang Ditarik Tugboat, Investigasi Masih Berjalan

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Senin, 17 Februari 2025 | 19:05 WIB
Insiden di Mahakam Samarinda menyebabkan retaknya pilar jembatan. Penyidikan mendalam terus dilakukan, sambil mengingat tragedi bocah tenggelam dan bocah terseret ombak di Pantai Dusun Tanjung Buol.
Insiden di Mahakam Samarinda menyebabkan retaknya pilar jembatan. Penyidikan mendalam terus dilakukan, sambil mengingat tragedi bocah tenggelam dan bocah terseret ombak di Pantai Dusun Tanjung Buol.

Sulawesitoday - Kedamaian perairan Mahakam di Samarinda seketika terguncang oleh sebuah peristiwa yang tak terduga dan mengundang keprihatinan mendalam dari masyarakat.

Insiden ini, yang melibatkan tabrakan antara kapal tongkang dan struktur jembatan, membuka mata banyak pihak akan betapa rentannya infrastruktur di tengah kekuatan alam yang tak terkendali.

Pada Minggu (16/2) pukul 16.00 WITA, sebuah kapal tongkang Indosukses 28 yang mengangkut kayu mengalami tabrakan dengan pilar jembatan Mahakam secara tiba-tiba.

Kejadian ini terjadi saat kapal sedang dalam proses pemindahan, dan momen tersebut meninggalkan tanda tanya besar mengenai mekanisme penarikan yang seharusnya berjalan mulus.

Kapal tongkang tersebut sedang ditarik oleh Tugboat MTS 28 dari arah Muara Kaman Kukar, sebuah rute yang biasa ditempuh oleh armada pengangkut barang.

Tujuan akhir perjalanan kapal adalah menuju Kepulauan Riau, sebuah wilayah strategis yang sering menjadi titik persinggahan bagi kegiatan logistik regional.

Di tengah perjalanan, arus sungai yang deras dan tak terduga membuat tugboat kesulitan menstabilkan laju kapal dengan sempurna.

Kondisi ini menyebabkan kapal menjadi miring secara drastis, sehingga akhirnya mengarah pada tabrakan dengan pilar jembatan yang berdiri kokoh namun kini menjadi sasaran arus yang kuat.

Akibat benturan yang keras tersebut, pilar jembatan mengalami retakan signifikan yang mengganggu struktur dan kekokohan jembatan.

Kerusakan ini tidak hanya berdampak pada infrastruktur transportasi, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran tentang keselamatan pengguna jalan dan pengendara di wilayah tersebut.

Kasat Polairud Polresta Samarinda, AKP Rahmat Aribowo, menyampaikan, "Hasil olah TKP kami bersama Dinas PUPR ada kerusakan di jembatan yang retak," pada Senin (17/2/2025) dengan nada serius dan penuh tanggung jawab.

Ia menegaskan bahwa penyelidikan mendalam sedang dilakukan untuk mengungkap fakta-fakta yang mungkin tersembunyi di balik insiden ini, guna memastikan langkah-langkah perbaikan segera diterapkan.

Baca Juga: Bocah Tenggelam di Pantai Dusun Tanjung Buol Setelah Terseret Ombak, Warga Terkejut

Menurut hasil penyelidikan awal, dugaan utama penyebab insiden adalah arus sungai yang membawa kapal terlalu ke kiri, membuatnya kehilangan kendali. Investigasi sementara mengungkap bahwa kapal awalnya menabrak pengaman dan kemudian secara tidak terelakkan menabrak pilar jembatan, sehingga menimbulkan kerusakan parah pada struktur tersebut.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini