Sulawesitoday - Di Pantai Dusun Tanjung Buol, tragedi menyelimuti saat ombak membawa duka. Seorang bocah terseret ombak hingga akhirnya bocah tenggelam, mengguncang hati warga pesisir.
Nipa Botutihe, bocah berusia 10 tahun, menjadi korban nasib malang tersebut. Ia mandi bersama tiga rekannya namun arus kuat mengubah momen riang menjadi tragedi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh Rizal, mengonfirmasi penemuan mayat itu. Beliau menyatakan pada Senin, 17 Februari 2025 bahwa informasi dari warga terbukti benar.
Mayat bocah ditemukan pada koordinat 1°12’8.96″N -121°29’19.59″E. Lokasi penemuan berada sekitar 4 NM dari titik kejadian di Pantai Dusun Tanjung Buol.
Tim SAR gabungan segera bergerak setelah mendapat kabar duka itu. Mereka menggunakan alat seperti LCR, rescue car, rubber boat, dan perahu nelayan untuk mencapai lokasi.
Peralatan komunikasi, GPS, dan perangkat penunjang turut digunakan dalam pencarian. Semua alat itu disiapkan untuk memastikan setiap sudut pantai diperiksa dengan teliti.
Mayat bocah ditemukan di hari ketiga pencarian intens yang dilakukan tim SAR. Usaha mereka terus berlanjut meskipun ombak tinggi dan cuaca tak bersahabat.
Korban sudah diserahkan kepada keluarga secara tertib dan penuh empati. Proses serah terima dilakukan segera setelah mayat ditemukan.
Operasi pencarian melibatkan BPBD, TNI AD, Polsek Biau, Orari, PMI, pemerintah desa, dan masyarakat setempat. Sinergi antar pihak tersebut menunjukkan komitmen bersama menghadapi bencana.
Warga setempat merasa terpukul atas kejadian memilukan ini. Mereka bertanya-tanya bagaimana bisa seorang bocah terseret ombak dan akhirnya bocah tenggelam di pantai yang dianggap aman.
Tragedi ini mengingatkan akan pentingnya pengawasan saat menikmati waktu di pantai. Apakah sudah ada langkah preventif untuk mencegah kejadian serupa di masa depan?
Baca Juga: Rusdy Mastura Minta Maaf dan Serukan Dukungan Untuk Program Anwar Hafid dan Reny Lamadjido
Insiden memilukan ini membuka mata tentang risiko yang mengintai di laut. Masyarakat dan pemerintah diharapkan meningkatkan keselamatan pantai demi mencegah tragedi berikutnya.
Kisah bocah tenggelam di Pantai Dusun Tanjung Buol meninggalkan pelajaran berharga bagi semua. Semoga kejadian ini menjadi titik balik untuk perbaikan sistem keselamatan di wilayah pesisir.
Artikel Terkait
Hasil Seleksi Administrasi PPPK Tahap II Sulteng: 334 Pelamar Tidak Lulus
Kasus Pencurian Modus Hipnotis di Desa Sidera Sigi, Korban Kehilangan Perhiasan Rp47 Juta
Pelantikan PPNS dan PAW notaris Kota Palu Tegaskan Sinergi Penegakan Hukum di Sulawesi Tengah
Operasi Tim Jaguar Bongkar Rencana Tawuran Geng Motor Brigez21 Lawan Area Lorong Texas 22 di Kota Palu
Rusdy Mastura Minta Maaf dan Serukan Dukungan Untuk Program Anwar Hafid dan Reny Lamadjido