Apakah ini akan didengar istana? Belum pasti. Tapi satu hal jelas: setelah bertahun-tahun, suara dari timur mulai terdengar.
Tak lagi lirih. Tidak sekadar protes, tapi tawaran solusi. Karena mungkin, keadilan fiskal itu bukan soal angka, tapi soal rasa—tentang apa yang pantas untuk diberikan kembali, pada tanah yang telah memberi terlalu banyak.
Artikel Terkait
Gubernur Sulteng Ultimatum Perusahaan Tambang, Bangun Jalan atau Kena Sanksi
Kandungan Porcine di Produk Bersertifikat Halal, MUI Soroti Titik Lemah Sistem Jaminan
Dari Cimahpar ke Sekolah-Sekolah Kusam, Presiden Membawa PHTC dan Mimpi Lama
Ketika Dompet Digital Membawa Petaka: 5.000 Rekening Judol Dibekukan, Rp600 Miliar Menguap
Ancaman Kolaps APBD Donggala: Hanya 700 dari 2.055 PPPK Dibayar, Pembangunan Terancam Stagnasi