• Selasa, 21 Juli 2026

Setelah Penantian Panjang, 300 ASN PPPK Kemenag Dilantik Tahap I Formasi 2024

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Senin, 26 Mei 2025 | 15:07 WIB
Ratusan ASN PPPK Kemenag dilantik di Palu. Tangis haru, janji pengabdian, dan semangat baru dari Palu, Sigi, hingga Donggala.
Ratusan ASN PPPK Kemenag dilantik di Palu. Tangis haru, janji pengabdian, dan semangat baru dari Palu, Sigi, hingga Donggala.

Sulawesitoday - Senin pagi di Aula MAN 2 Kota Palu tidak seperti biasanya. Ruangan yang biasanya dipenuhi suara pelajaran, hari itu diisi tangis haru dan tepuk tangan. Tiga ratusan orang berdiri tegap. Sebagian masih menahan getar di dada.

Mereka bukan lagi sekadar pelamar. Mereka kini resmi menyandang nama baru: ASN PPPK Formasi 2024.

Di antara mereka, ada yang menempuh belasan jam dari pelosok Donggala. Ada juga yang masih semalam menyelesaikan laporan sekolah di Sigi. Semua datang dengan satu tujuan: menyaksikan akhir dari perjuangan yang melelahkan, dan awal dari tanggung jawab panjang.

Pelantikan ini adalah Tahap I untuk formasi 2024. Khusus untuk wilayah Palu, Sigi, dan Donggala. Kementerian Agama jadi tuan rumah, dengan prosesi berlangsung khidmat. Hadir pula para pejabat Kemenag Provinsi Sulawesi Tengah, memberi sambutan dan semangat.

"Hari ini kami tidak hanya dilantik, tapi juga dilahirkan kembali sebagai pelayan masyarakat," ujar salah satu ASN yang dilantik. Suaranya nyaris pecah, matanya sembab.

Mereka hanyalah satu dari ratusan cerita. Mereka sebelumnya melewati serangkaian tahapan seleksi nasional. Dari administrasi hingga wawancara, dari keraguan hingga doa panjang orangtua di rumah.

Di tengah panas dan tekanan, pelantikan ini datang sebagai titik balik. Pemerintah mengirimkan sinyal kuat: komitmen memperkuat sektor pendidikan dan layanan keagamaan bukan basa-basi.

Baca Juga: Operasi Pekat Tinombala 2025: 78 Orang Dicokok, Senjata Tajam hingga Lahan Dikuasai

Wilayah seperti Donggala dan Sigi tak boleh ketinggalan dalam kualitas layanan.

Kini, 300-an orang itu akan menyebar. Ke sekolah, ke kantor, ke madrasah. Bekerja diam-diam, dalam senyap, tapi bermakna. Karena bagi mereka, mengabdi bukan soal gaji semata. Tapi soal janji.

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini