Sulawesitoday - Video berdurasi beberapa detik itu tak butuh suara dramatis. Sebuah truk melaju, lalu... kabinnya lepas begitu saja. Seperti topi yang diterbangkan angin. Berat, tapi tak punya daya lekat. Kabin meluncur, truk oleng, lalu ambruk ke tanah. Seolah ingin beristirahat dari beban yang tak seimbang.
Rekaman itu diunggah oleh akun TikTok @abang.rayyan. Caption-nya pendek: "Semoga sopirnya baik-baik saja." Kalimat sederhana yang mengundang dua arus: simpati dan sinisme.
Lihat postingan ini di Instagram
Di kolom komentar, akun @yuzrastore menulis, "Ini bukan musibah, ini kelalaian. SOP itu penting." Sebuah kritik yang—kalau boleh jujur—tak salah. Tapi juga tidak sepenuhnya adil. Sebab tak semua sopir truk diberi SOP yang layak, apalagi alat kerja yang memadai.
Lain halnya dengan komentar dari @indasah. "Jangan dikatain macam-macam. Dirumah ada yang menunggu. Itu pejuang." Sebuah pengingat sederhana bahwa tidak semua yang salah itu layak dimaki. Ada konteks yang harus diselami, bukan cuma disimpulkan dari layar.
Faktanya: yang lepas itu bukan sekadar kabin. Tapi juga tanggung jawab sistem. Kancingan kabin—pengait antara kabin dan sasis truk—bisa saja longgar karena usia, karena perawatan yang seadanya, atau karena beban kerja yang tak pernah diawasi. Tapi siapa yang sempat memeriksa semua itu di jalanan yang dikejar target, waktu, dan upah harian?
Tidak ada penjelasan resmi. Tidak ada klarifikasi dari perusahaan, apalagi dari regulator. Seolah insiden semacam ini bukan bagian dari peta kecelakaan kerja. Padahal nyaris saja satu nyawa terbang bersama kabin yang copot itu.
Baca Juga: DPR Pertanyakan Optimisme Sri Mulyani: Target 5,8 persen Dinilai Mengawang Tinggi
@denikartini menulis, "Mo nangis kalau lihat kayak gini. Syukuri apa yg suami kita bawa pulang." Kalimat yang terasa lebih jujur daripada slogan keselamatan kerja manapun.
Karena pada akhirnya, satu baut longgar bisa membuka wajah sistem yang sudah lama goyah.
Artikel Terkait
Dua Mahasiswi Asal Palu Disekap di Gunung Bekas Tambang, Polisi Menyisir
Diduga Mabuk, Pengemudi BMW Tabrak Mahasiswa UGM hingga Tewas di Jalan Palagan
Prudent atau Nekat? Rencana Danantara Suntik Dana Garuda untuk Beli 50 Boeing
Ojol Dilematis, Bayar Rp20 Ribu Per Hari dan Potongan Komisi Hingga 50 persen
DPR Pertanyakan Optimisme Sri Mulyani: Target 5,8 persen Dinilai Mengawang Tinggi