Sulawesitoday - Garuda Indonesia belum sembuh benar. Utangnya masih menumpuk. Ekuitas masih merah pekat. Tapi ada rencana besar yang mampir ke meja CEO-nya. Rencana yang, entah bagaimana, membuat sebagian orang geleng kepala: suntikan dana jumbo dari BPI Danantara.
Lembaga ini—Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara—memang bukan pemain baru di arena investasi negara. Tapi kali ini, mereka hendak menyuntik perusahaan yang masih berdarah-darah. Bukan untuk menutup luka, tapi untuk... membeli pesawat. Banyak.
“Masih dalam pembicaraan,” ujar Rosan P. Roeslani, bos Danantara, saat ditemui akhir pekan lalu di Jakarta. Ia tidak menampik, juga tak memberi kepastian. "Kami masih diskusi dengan semua pihak. Insya Allah," katanya pendek.
Sejak keluar dari ruang gawat darurat lewat restrukturisasi, Garuda memang terlihat bernapas lebih lega. Tapi itu baru napas. Belum bisa disebut pulih.
Pada laporan keuangan kuartal I 2025, maskapai pelat merah ini masih rugi: US$76,48 juta atau sekitar Rp1,2 triliun. Jumlah ini memang menyusut dari tahun lalu, tapi angka tetaplah angka.
Yang lebih mencemaskan: ekuitas Garuda masih negatif. Artinya, utangnya—US$7,88 miliar atau Rp130 triliun—lebih besar dari asetnya sendiri.
Di tengah kabut merah itu, muncul kabar: Garuda mau beli 50 unit Boeing. Rosan bahkan memposting pertemuan dengan pihak Boeing di medsos—lengkap dengan caption optimis dan senyum tipis.
Apakah ini saat yang tepat membeli pesawat?
Ada yang menyebut ini langkah berani. Ada yang menyebut nekat.
Baca Juga: Diduga Mabuk, Pengemudi BMW Tabrak Mahasiswa UGM hingga Tewas di Jalan Palagan
Memang, bisnis penerbangan tak bisa menunggu terlalu lama. Tapi menumpuk armada di tengah posisi neraca yang rapuh, ibarat menanam mangga di ladang yang belum dibersihkan. Bisa tumbuh. Bisa juga busuk.
Garuda mungkin memang harus terbang. Tapi sebelum membeli sayap baru, bukankah lebih bijak memastikan kaki-kakinya tidak lagi patah?
Artikel Terkait
Guru Parigi Moutong Dilatih Tinggalkan Soal Model Lama, Fokus Literasi-Numerasi
Fasilitator Berpengalaman Kawal Keberhasilan DAK Fisik Disdikbud Parigi Moutong
Jembatan Putus di Desa Suli Parigi Moutong, Warga Dialihkan ke Jalur Alternatif
Dua Mahasiswi Asal Palu Disekap di Gunung Bekas Tambang, Polisi Menyisir
Diduga Mabuk, Pengemudi BMW Tabrak Mahasiswa UGM hingga Tewas di Jalan Palagan