Sulawesitoday - Kolonodale, sebuah kota kecil di Sulawesi Tengah, kini menjadi saksi bisu geliat perubahan di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III.
Bukan lagi sekadar kotak pengap tempat memenjarakan raga, Lapas Kolonodale perlahan menyulap diri menjadi "kawah candradimuka" kemandirian.
Momentum ini tergambar jelas saat Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, bertandang ke sana pada Sabtu (7/6/2025).
Kunjungan Bagus bukan isapan jempol belaka. Bersama Kalapas Kolonodale Bambang Hari Widodo, ia datang membawa angin segar.
Enam fasilitas anyar diresmikan, seolah menjadi penanda babak baru dalam pembinaan warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Sebut saja Lapangan Futsal Mandora, tempat keringat dan tawa berpadu; Masjid yang telah direnovasi, kini lebih lapang untuk merajut rohani; Klinik Kesehatan Meambo, oase bagi WBP dan petugas yang butuh sentuhan medis; hingga Peternakan Ayam Potong, bibit harapan kemandirian.
Tak ketinggalan, Pos Wasrik Baru berdiri kokoh, menjamin tata kelola yang transparan, dan puncaknya, Pabrik Air Mineral MOIKO, sebuah arena industri ringan yang tak hanya menghasilkan air, tapi juga bekal hidup.
Namun, geliat perubahan tak berhenti di situ. Kakanwil Bagus juga menyisir tujuh program unggulan yang sudah berjalan.
Dari Barbershop Lapas Kolonodale yang mengasah tangan-tangan WBP jadi mahir menggunting rambut, hingga Layanan Rumah Singgah (LARAS) yang menjadi pelipur lara bagi keluarga WBP dari jauh. Dapur Lapas, tempat makanan dimasak, tak luput dari pengawasan, memastikan setiap suapan bersih dan bergizi.
Ada pula INKOPASINDO, koperasi internal yang menggerakkan roda ekonomi Lapas, dan blok hunian WBP yang ditinjau langsung, memastikan kenyamanan tetap terjaga. Sementara itu, Kolam Ikan Lele dan Kebun Sayuran Hidroponik menjadi bukti nyata, bahwa di balik tembok Lapas, tanah dan air bisa jadi ladang rezeki.
Di sela-sela peninjauan, Bagus Kurniawan bertutur, "Kami ingin setiap WBP keluar dari sini dengan nilai baru—kemandirian, keterampilan, dan harapan." Sebuah kalimat pendek yang sarat makna, menggambarkan visi besar di balik setiap program dan fasilitas yang dibangun.
Lapas Kolonodale bukan lagi sekadar tempat menjalani hukuman, melainkan ruang menempa karakter, mengukir potensi, dan membekali bekal bagi mereka yang kelak kembali ke tengah masyarakat.
Baca Juga: Menteri Bahlil Diteriaki Penipu di Sorong, Kabur Lewat Belakang Bandara Hindari Pendemo
Diharapkan, seluruh transformasi ini tak hanya berhenti di peresmian dan kunjungan, namun terus bergerak konsisten, membawa manfaat nyata bagi WBP dan keluarganya.
Artikel Terkait
Raja Ampat di Persimpangan Tambang, Otoritas Daerah Tak Berdaya Lindungi Surga Bahari
Washington Putar Otak Gelontorkan Bantuan 8 Triliun Rupiah untuk Gaza Via GHF
Visa Furoda Disoal Ketua MUI ke Menteri Haji Saudi, Antara Penataan dan Keresahan Jemaah
Video Viral Puluhan Jamaah Haji Sulteng Terlantar Tanpa Tenda, Tidur di Jalan
Menteri Bahlil Diteriaki Penipu di Sorong, Kabur Lewat Belakang Bandara Hindari Pendemo