Pemerintah daerah berencana memperkuat pengawasan. Koordinasi dengan aparat penegak hukum akan diintensifkan. Edukasi kepada masyarakat juga digalakkan. Agar mereka paham dampak jangka panjang tambang ilegal.
-
Pesan dari Sawah untuk Bangsa
Malam itu, sawah Desa Tada menjadi saksi. Saksi dari sebuah pilihan berani. Ketika banyak daerah tergoda emas sesaat, Parigi Moutong memilih jalan berbeda. Jalan yang lebih panjang. Namun berkelanjutan.
Traktor yang melaju di sawah bukan sekadar alat pertanian. Ia menjadi metafora perlawanan. Perlawanan terhadap keserakahan yang menggerus bumi. Di tengah hiruk-pikuk pembangunan yang sering mengorbankan alam, Parigi Moutong mengibarkan bendera hijau.
Bendera yang menyuarakan satu pesan sederhana: kedaulatan pangan adalah kedaulatan bangsa. Dan kedaulatan itu dimulai dari sawah-sawah subur yang tetap lestari.
Bupati Erwin Burase menutup sambutannya dengan kalimat yang menggema. "Kita tidak mewarisi bumi dari nenek moyang. Kita meminjamnya dari anak cucu kita."
Baca Juga: Gerindra Parimo Kembalikan Usulan Pansus WPR ke Pemda: Itu Urusan Internal Mereka
Artikel Terkait
Hari Ketiga Longsor Majenang: 12 Jiwa Masih Terperangkap Lumpur Cilacap
Apresiasi Nasional untuk Hestiwati Nanga: Dedikasi Tanpa Henti untuk Pendidikan Anak Usia Dini Parigi Moutong
Wabup Abdul Sahid Tegas di Konsultasi KLHS, Era Ego Sektoral Penataan Ruang Parigi Moutong Harus Berakhir
Sistem Kerja dan Pakaian Dinas ASN Parimo Diatur Ketat, Ini Langkah Transformasi Birokrasi 2025
Yanuar Rizky Bedah Kemiripan Purbaya dan Sri Mulyani, Popularitas Awal Bisa Jadi Bumerang Jika Salah Kelola