• Senin, 22 Juni 2026

Benalu Kompetensi di Lingkaran Kekuasaan

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Sabtu, 25 April 2026 | 11:58 WIB
Analisis tajam polemik Tenaga Ahli Bupati Parigi Moutong. Apakah solusi bagi daerah atau sekadar gimik politik? Baca selengkapnya.
Analisis tajam polemik Tenaga Ahli Bupati Parigi Moutong. Apakah solusi bagi daerah atau sekadar gimik politik? Baca selengkapnya.

Mendesak Akuntabilitas Radikal

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong tidak boleh lagi bersembunyi di balik kata "hak prerogatif". Transparansi adalah harga mati. Posisi kita jelas: setiap rupiah yang keluar untuk honorarium tenaga ahli harus berbanding lurus dengan capaian kinerja yang bisa diukur oleh publik.

Sudah saatnya DPRD Parigi Moutong tidak hanya menjadi penonton dalam sirkus pengangkatan ini. Pengawasan harus diperketat; setiap tenaga ahli wajib memaparkan rencana kerja dan laporan capaian secara berkala kepada masyarakat.

Jika mereka hanya hadir untuk menggugurkan kewajiban administratif tanpa kontribusi teknis, maka pilihannya hanya satu: pecat atau hapus jabatannya.

Pembangunan Parigi Moutong tidak boleh disandera oleh politik akomodasi yang murahan.

Jika Bupati ingin dikenang sebagai pemimpin yang membawa transformasi, mulailah dengan membersihkan lingkaran terdekat dari para pembisik yang hanya pandai mengangguk namun nihil kompetensi.

Jangan biarkan APBD habis untuk membiayai gimik politik, sementara rakyat tetap berkubang dalam ketertinggalan.

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini