• Minggu, 19 Juli 2026

Legislator Arpan Sahar Reses di Sidoan, Soroti Pernikahan Dini Hingga Infrastruktur Pertanian

.
Aswadin, Sulawesi Today
- Jumat, 24 April 2026 | 17:25 WIB
Anggota DPRD Parigi Moutong Arpan Sahar serap aspirasi di Desa Ogobagis. Fokus pada edukasi pernikahan dini, narkoba, dan bantuan pertanian.
Anggota DPRD Parigi Moutong Arpan Sahar serap aspirasi di Desa Ogobagis. Fokus pada edukasi pernikahan dini, narkoba, dan bantuan pertanian.

Sulawesitoday - Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Arpan Sahar, memulai agenda reses masa persidangan 2026 dengan menyasar Desa Ogobagis, Kecamatan Sidoan, Selasa (21/4). Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini tidak hanya datang untuk mencatat daftar permintaan bantuan alat pertanian, tetapi juga membawa misi edukasi mengenai risiko pernikahan dini dan bahaya narkoba yang mengancam generasi desa.

Langkah Arpan ini merupakan bagian dari jadwal resmi reses pimpinan dan anggota dewan yang berlangsung sepanjang 21 hingga 25 April 2026. Di Dapil II ini, ia disambut hangat oleh Kepala Desa Ogobagis, perangkat desa, hingga para tokoh masyarakat yang berkumpul di balai pertemuan.

Gaya Arpan saat bicara di depan warga memang khas. Tidak kaku. Ia mengalir saja. Sambil mendengar keluhan warga, ia menyisipkan pesan yang cukup menohok soal masa depan anak-anak di desa. Baginya, infrastruktur itu penting, tapi kualitas manusia jauh lebih utama.

"Penting bagi kita semua untuk memahami risiko pernikahan dini dan menjauhi narkoba demi menjaga masa depan anak-anak kita," ujar Arpan dengan nada serius di hadapan warga yang menyimak dengan tekun.

Persoalan data kependudukan juga tidak luput dari perhatiannya. Arpan mengingatkan bahwa tertib administrasi adalah kunci. Tanpa data yang valid, program kesehatan dan pendidikan gratis dari pemerintah provinsi maupun kabupaten bisa salah alamat atau bahkan tidak terjangkau oleh warga yang benar-benar membutuhkan.

Tentu, urusan "perut" tetap jadi primadona dalam dialog tersebut. Masyarakat Ogobagis dan sekitarnya terang-terangan menitipkan harapan besar untuk peningkatan ekonomi kerakyatan. Daftar permintaannya cukup panjang: mulai dari pengadaan bibit tanaman unggul, alat mesin pertanian (alsintan), hingga urusan jalan.

Warga mengeluhkan sulitnya akses distribusi hasil bumi karena kondisi jalan usaha tani yang belum memadai. Mereka butuh jalan kantong produksi yang layak agar harga jual hasil panen tidak jatuh hanya gara-gara ongkos angkut yang mahal. Selain itu, kelompok UMKM di tingkat desa juga mulai bersuara, meminta dukungan agar ekonomi kreatif mereka bisa naik kelas.

Arpan tampak sibuk mencatat. Sesekali ia berdiskusi kecil dengan tim pendampingnya. Ia memastikan semua usulan itu tidak hanya masuk telinga kiri keluar telinga kanan. Semuanya direkam secara detail untuk diperjuangkan dalam pembahasan anggaran daerah mendatang.

"Seluruh aspirasi terkait pertanian, infrastruktur jalan produksi, hingga bantuan UMKM sudah saya catat secara resmi," tegasnya.

Politisi banteng ini berjanji akan mengawal setiap usulan tersebut di parlemen. Ia ingin memastikan bahwa kebijakan yang diambil nanti benar-benar menyentuh kebutuhan rill warga di Sidoan, bukan sekadar proyek yang turun dari langit tanpa manfaat nyata bagi kesejahteraan rakyat.

Memang begitulah tugas wakil rakyat. Harus mau turun ke bawah, mendengar keluh kesah, sekaligus menjadi guru bagi konstituennya. Arpan sudah memulainya di Ogobagis, dan perjalanannya masih berlanjut hingga beberapa hari kedepan.

Bukan Aspal, Serli Legislator PAN Serap Aspirasi Kompor Seribu Mata di Reses Tomini Utara

Editor: Aswadin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini