Mungkin nanti Anda akan beli PC baru tapi memorinya lebih kecil dari biasanya. Itu demi menjaga stok yang ada. Harganya pun mungkin sudah naik saat Anda sampai di kasir.
Siapa yang selamat?
Raksasa seperti Apple, Lenovo, dan HP mungkin masih bisa bertahan. Mereka punya otot modal yang kuat. Mereka bisa "mengamankan" jatah chip dari pabrikan karena belinya borongan.
Nasib merek kecil? Itulah yang mengkhawatirkan. Mereka bisa tergilas. Konsumen juga mungkin akan mulai mikir-mikir. Daripada beli komputer mahal tapi speknya rendah, mending uangnya dipakai buat jalan-jalan.
Krisis chip ini bukan main-main. Dunia teknologi sedang bergeser ke AI, dan kita semua—pengguna komputer biasa—harus rela "mengalah" atau membayar lebih mahal.
Begitulah zaman. Selalu ada yang dikorbankan demi kemajuan yang lain.
Artikel Terkait
Chip: Raja Kecil yang Menekuk Lutut Dunia
Jangan Dibuang! Cara Mudah Ubah Hard Drive Internal Jadi HDD Eksternal yang Serbaguna
Tutorial Kirim Aplikasi Lewat Bluetooth, Cara Cerdas Instal Apps Saat Sinyal Wi-Fi Hilang
Tutorial Brankas Pribadi OPPO, Cara Sembunyikan File dan Foto Tanpa Aplikasi
Cek Rekening! Taspen Percepat Penyaluran THR 3,2 Juta Pensiunan Seluruh Indonesia
Monopoli Meta Digoyang, WhatsApp Izinkan Chatbot Pesaing Masuk Mulai Tahun Ini