Sulawesitoday - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menghadiri rapat strategis di Gedung Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) guna membahas penuntasan insentif bagi Guru non ASN.
Dalam forum yang dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Pusat Statistik (BPS), para pejabat berupaya menyusun serta memadupadankan Data Tunggal guna memastikan bantuan tepat sasaran.
Abdul Mu’ti menegaskan bahwa rapat tersebut memiliki dua agenda utama.
Pertama, pada Hari Guru Nasional (HGN) 2024, Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan rencana pemberian insentif kepada guru non ASN yang belum bersertifikasi.
Kedua, melalui kolaborasi lintas instansi, diharapkan bantuan tersebut dapat disalurkan sebelum Hari Raya Idul Fitri 2025.
"Melalui forum ini, kami ingin menyampaikan dua hal, pertama yaitu pada saat HGN 2024 Presiden menyampaikan bahwa akan memberikan insentif kepada Guru non ASN yang belum sertifikasi. Kedua, dalam memenuhi hal tersebut kami ingin pastikan bahwa upaya ini menjadi ikhtiar bersama, dan diharapkan bantuan tersebut dapat disalurkan sebelum Idul Fitri 2025," ungkap Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, pada Senin (17/2/2025) di Jakarta.
Menteri juga menyoroti pentingnya validasi data sebagai pondasi utama dalam penyaluran insentif.
Menurutnya, selain proses validasi, data calon penerima juga harus dipadupadankan secara cermat agar terbentuk data yang valid.
"Selain validasi, data-data calon penerima juga harus dipadupadankan sehingga menjadi data yang valid, sehingga bantuan menjadi tepat sasaran," tambahnya.
Upaya penyusunan Data Tunggal ini menjadi kunci untuk mengoptimalkan pendistribusian bantuan, sehingga insentif yang dijanjikan tidak hanya sekadar simbol penghargaan, melainkan benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan guru.
Sinergi antara Kemendikdasmen, Kemensos, dan BPS diharapkan dapat mempercepat proses verifikasi data dan menghindari duplikasi serta kesalahan administratif yang kerap menghambat penyaluran bantuan.
Baca Juga: 400 Ribu Guru Batal Ikut Sertifikasi Imbas Efisiensi Dana Pendidikan, Bagaimana Dampaknya di Sulteng
Rapat strategis ini menjadi bukti komitmen pemerintah untuk memperkuat kualitas sektor pendidikan melalui peningkatan kesejahteraan para pendidik.
Dengan target pencairan bantuan sebelum Hari Raya Idul Fitri 2025, diharapkan para guru non ASN dapat segera merasakan manfaat dari program ini, sehingga semangat dan dedikasi mereka dalam mendidik generasi penerus bangsa semakin meningkat.
Artikel Terkait
Mediasi Berhasil, Kasus Guru Aniaya Siswi di Parepare Diselesaikan secara Kekeluargaan
Guru Dipukul Wali Murid di Depan Sekolah, Terekam CCTV dan Viral
Administrasi Rumit Hambat Gaji Guru PPPK di Sulteng, Kepala Dinas Tekankan Pentingnya Kerjasama
Pencairan Tunjangan Sertifikasi Guru 2025 di Sulteng Dipercepat dengan Direct Transfer, Kini Lebih Terjamin
400 Ribu Guru Batal Ikut Sertifikasi Imbas Efisiensi Dana Pendidikan, Bagaimana Dampaknya di Sulteng