Sulawesitoday - Desa Pebuonang di Kecamatan Palasa, Sulawesi Tengah, tak punya banyak pilihan ketika air mulai naik menjelang senja.
Hujan telah turun sejak pagi, deras, tak putus. Saat jarum jam menunjukkan pukul 17.09 WITA pada Senin, 14 April 2025, air sungai yang melintas di dekat pemukiman warga tak lagi bisa ditahan. Dalam sekejap, sapu rumah-rumah yang berdiri terlalu dekat.
“Tujuh unit rumah hanyut. Dua jembatan desa ikut terputus,” ujar Akris Fattah Yunus, Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Tengah, saat dihubungi, Selasa siang.
Tak ada korban jiwa, kata Akris. Namun bukan berarti tak ada luka. Rumah-rumah itu adalah hidup yang dikumpulkan sedikit demi sedikit—lantai, dinding, kenangan, dan dapur tempat ibu merebus air. Kini mereka hanyut.
Banjir ini bukan yang pertama, dan bisa jadi bukan yang terakhir.
“Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terjadi sejak pagi. Debit sungai naik dan meluap,” Akris menambahkan.
Wilayah ini memang punya sejarah buruk dengan curah hujan. Tapi tak semua warga punya pilihan selain tinggal di bantaran, di mana tanah tersedia dan hidup bisa dirintis.
Sejumlah rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan detik-detik air menyapu rumah-rumah dari kayu dan papan itu. Dalam satu video, suara warga terdengar tercekat. Mereka menyaksikan, tak bisa berbuat apa-apa. Air terlalu deras untuk dikejar, terlalu cepat untuk dicegah.
BPBD kini tengah melakukan asesmen untuk memetakan dampak dan menyiapkan tindak lanjut.
Baca Juga: BPBD Parigi Moutong Laporkan Dua Titik Banjir Akibat Hujan Lebat
“Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Parigi Moutong,” kata Akris. Sementara itu, warga yang terdampak mulai menyusun kembali apa yang tersisa, di tengah lumpur dan puing.
Banjir mungkin surut. Tapi trauma tak pergi secepat air. Dan perbaikan, seperti biasa, datang belakangan.
Artikel Terkait
Jangan Lewatkan! Sulteng Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan dengan Penghapusan Tunggakan dan Denda
BPBD Parigi Moutong Laporkan Dua Titik Banjir Akibat Hujan Lebat
Parigi Moutong Terima Bantuan Saprodi, Langkah Strategis Menuju Pertanian Modern
Lagi, Kejati Sulteng Periksa 4 Nama Baru Pejabat PUPR Telusuri Dugaan Korupsi Proyek Jalan Rp4 Miliar
Operasi SAR Gabungan Intensif Lacak Warga 29 Tahun Diduga Terseret Arus Sungai di Torue