Sulawesitoday - Sebuah video singkat yang memperlihatkan seekor tikus “membawa lari” uang tunai senilai Rp22 juta sukses jadi sorotan warganet.
Dalam rekaman yang sempat viral di media sosial, tampak seorang pria dengan sabar mengulik keramik yang dilubangi untuk menguak rahasia di balik dinding rumah seorang petani.
Awalnya, keramik lantai di teras kediaman petani setempat terlihat retak. Pria itu kemudian menggali perlahan, hingga menemukan lembaran-lembaran kertas berceceran: puluhan lembar uang pecahan, berserakan bersama nota hasil panen gabah. Rupanya, uang Rp22 juta yang tersimpan di celah dinding menjadi incaran tikus yang rupanya “melakukan pra-penyimpanan” di sarangnya.
Berdasarkan keterangan tetangga, uang tersebut merupakan hasil penjualan gabah panen terakhir. Bukannya ditaruh di brankas atau plastik tertutup, petani justru menyelipkannya di balik lapisan keramik agar lebih cepat diakses.
Sayangnya, metode itu justru memudahkan tikus untuk menggerogoti sela-sela lantai dan membawa satu per satu lembaran uang ke liang tikusnya.
“Awalnya saya kira cuma sampah kertas,” ujar pria yang menggali keramik, “tapi pas diangkat satu per satu, eh malah isi dompetnya tikus semua.” Video tersebut pun memancing reaksi beragam dari netizen.
Sejumlah warganet menyematkan julukan ‘tikus ngepet’ untuk hewan pengerat itu, merujuk pada mitos babi ngepet yang sering dikaitkan dengan pencurian uang secara gaib.
“Ternyata bukan hanya tikus berdasi yang doyan duit, tikus kampung juga antusias!” cuit salah satu akun. Ada pula yang membandingkan aksi tikus tersebut dengan perilaku koruptor. “Mirip koruptor: nyicil dulu, abis itu kabur!” seloroh netizen lainnya.
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa penyimpanan uang di tempat tak lazim bisa berujung lucu–atau malah bikin kantong bolong.
Baca Juga: Kuota LPG dan Solar Sulteng Tak Seimbang, Morowali Over-kuota 50 Persen, Palu Malah Defisit
Alih-alih aman, dompet malah dikantong tikus. Semoga kedepannya, para petani dan masyarakat lebih berhati-hati memilih lokasi simpanan uang panen.
Di tengah gelak tawa dan komentar sindirian, kejadian tersebut meninggalkan satu pesan sederhana: simpan uang di tempat aman, jangan sampai malah ‘diboyong’ tikus ke sarang!
Artikel Terkait
Garuda GA 288 Alami Lepas Ban di Bandara Raja Haji Fisabilillah, Operasional Segera Pulih
Ribuan Unit Elektronik hingga Mainan Anak Disita, Ini Tindakan Tegas Kemendag
Terduga Pelaku Pembacokan Mantan Kades di Parigi Moutong Nyaris Diamuk Massa di Sel Polsek Torue
BPBD Parigi Moutong Usulkan Status Tanggap Darurat Terbatas di Pandelalap Usai 6 Kali Banjir dalam Sepekan
Kuota LPG dan Solar Sulteng Tak Seimbang, Morowali Over-kuota 50 Persen, Palu Malah Defisit