• Kamis, 4 Juni 2026

Kumpul Kebo di Indonesia: Cinta Tanpa Ikatan, Anak Kena Getahnya

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Selasa, 10 Juni 2025 | 11:29 WIB
Fenomena kumpul kebo kian merebak, pergeseran pandangan relasi jadi pemicu utama. Tapi, siapa sangka, perempuan dan anak-anak justru jadi tumbal terbesarnya.
Fenomena kumpul kebo kian merebak, pergeseran pandangan relasi jadi pemicu utama. Tapi, siapa sangka, perempuan dan anak-anak justru jadi tumbal terbesarnya.

Data PK21 mencatat, 69,1 persen pasangan kohabitasi kerap cekcok ringan, 0,62 persen sampai pisah ranjang, dan 0,26 persen lagi terlibat KDRT.

Lalu, bagaimana nasib anak-anak yang lahir dari hubungan ‘tak sah’ ini? Mereka cenderung mengalami gangguan tumbuh kembang, kesehatan, dan emosional.

Baca Juga: Bansos Pindai Muka ala Prabowo, Klaim Hemat Rp100 Triliun Aman di Kantong Negara

"Anak dapat mengalami kebingungan identitas dan memiliki perasaan tidak diakui karena adanya stigma dan diskriminasi terhadap status 'anak haram', bahkan dari anggota keluarga sendiri," kata Yulinda.

Stigma yang memberatkan, menyulitkan mereka menempatkan diri dalam struktur keluarga dan masyarakat secara utuh. Sebuah ironi yang terus menggantung di langit-langit kebudayaan kita.

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini