• Selasa, 21 Juli 2026

Lebih dari Sekadar Pesta Seni, Parigi Fest Jadi Jantung Identitas Daerah Parigi Moutong - Dorong Ekonomi Lokal dan Talenta Muda

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Minggu, 13 Juli 2025 | 10:39 WIB
Parigi Fest, festival budaya Pemkab Parimo, lebih dari sekadar perayaan. Ini wajah identitas daerah, pendorong ekonomi, dan panggung talenta muda.
Parigi Fest, festival budaya Pemkab Parimo, lebih dari sekadar perayaan. Ini wajah identitas daerah, pendorong ekonomi, dan panggung talenta muda.

Sulawesitoday - Apa sebenarnya Parigi Fest itu? Bagi Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Pemkab Parimo), perhelatan akbar ini bukan cuma deretan pertunjukan seni biasa. Ia adalah cerminan, sebuah wajah, sekaligus identitas daerah yang dirajut apik dalam tiap alunan nada dan gerak tari. Festival ini adalah jantung yang berdetak, menggaungkan kekayaan budaya ke pelosok negeri.

“Daerah ini kaya akan budaya dan kearifan lokal,” tutur Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemkab Parigi Moutong, Aziz Tombolotutu, saat membuka Parigi Fest 2025 di Parigi, Sabtu lalu.

Menurutnya, generasi muda, sebagai pewaris sah, memikul amanah besar untuk melestarikanya melalui beragam pertunjukan. Tujuannya satu: agar permata budaya ini dapat diperkenalkan kepada khalayak luas, tak hanya di tataran lokal, namun juga nasional.

Pengenalan sini budaya lokal yang disajikan dalam berbagai bentuk penampilan, kata Aziz, adalah bagian tak terpisahkan dari promosi Parigi Moutong. Sebuah promosi yang tidak hanya menggali nilai historis, namun juga menjanjikan dampak ekonomi yang menggairahkan.

Lihat saja bagaimana pelibatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berhasil menyisipkan warna dan nuansa menarik. Mereka adalah denyut nadi yang mengekspresikan warisan budaya lokal, spiritualitas, seni kontemporer, sekaligus motor penggerak pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Parigi Fest juga bagian dari promosi wisata,” tambah Aziz, menegaskan visi besar festival ini. Kolaborasi yang terbangun antara pemerintah daerah, pemuda, dan berbagai pihak lainnya diharapkan menjadi katalisator bagi pengembangan daerah di masa depan. Sebuah sinergi yang akan menjadi jembatan menuju kemajuan.

Di kesempatan yang sama, ia mengajak semua pihak untuk menjadikan Parigi Fest sebagai bentuk nyata kecintaan terhadap daerah. Lebih dari itu, festival ini adalah wahana untuk mempererat persaudaraan dalam keberagaman.

Mengapa demikian? Karena budaya daerah adalah identitas yang tak boleh lapuk. Ia harus senantiasa dijaga, dengan mewariskan nilai-nilai luhur, agar jati diri daerah ini tetap hidup dan berkembang, kokoh di tengah badai arus globalisasi.

“Sebagai pemerintah daerah, tentu kami mendukung langkah-langkah kreatif generasi muda dalam berinovasi,” ujar Azis, memberikan angin segar.

Baca Juga: Studi USC, Sulitnya Satu Pohon Tumbuh di Lahan Bekas Tambang - Kerusakan Permanen Menganga

Ia turut menyerukan kepada seniman, musisi, dan penggiat budaya untuk tak henti berkarya. Sebab, mereka adalah ornamen berharga yang akan mengisi ruang-ruang pembangunan, memberikan sentuhan estetika yang tak tergantikan.

“Kami berharap generasi muda semakin memperkaya karya-karya positif demi meningkatkan talenta mereka,” pungkasnya, menutup dengan sebuah harapan besar yang menggantung di cakrawala Parigi Moutong.

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini