Media sosial menjadi katalis gerakan mereka. Transparansi yang mereka tuntut bertolak belakang dengan gaya hidup mewah pejabat.
Agus Setiawan menyebut Indonesia sedikit lagi mencapai titik ledakan serupa. Keseriusan berbenah menjadi kunci mencegah scenario Nepal terulang.
Kericuhan unjuk rasa Nepal bukan sekadar berita internasional. Ia menjadi warning system bagi Indonesia yang sedang bergulat dengan masalah serupa.
Pada akhirnya, pilihan ada di tangan para pemimpin. Berbenah atau menghadapi amarah generasi yang sudah kehilangan kesabaran.
Bom waktu sosial sudah berdetik. Pertanyaannya, akankah Indonesia belajar dari Nepal sebelum terlambat?
Baca Juga: KPK Periksa Nizar Ali Terkait Korupsi Kuota Haji 2023-2024, Kerugian Negara Capai Rp1 Triliun
Artikel Terkait
Fakta-fakta Banjir Denpasar 9-10 September, Lumpuhkan Pasar Badung - Kerugian Rp34,4 Miliar
Hujan Deras Picu Longsor Jalur Kebun Kopi, Lalu Lintas Parigi Moutong Lumpuh
Terobosan Hukum Budaya, Parigi Moutong Sosialisasikan Perda Penyelenggaraan Kebudayaan Daerah
KPK Bongkar Skema Splitting Kuota Haji 2024, Kapusdatin BP Haji Diperiksa Intensif
KPK Periksa Nizar Ali Terkait Korupsi Kuota Haji 2023-2024, Kerugian Negara Capai Rp1 Triliun