Kemenkop juga turun tangan langsung. Mereka menyediakan asisten bisnis. Satu asisten untuk 10 koperasi. Ada juga project managemnet officer. Tugasnya mendampingi operasional harian. Sistem digital juga disiapkan untuk monitoring. Teknologi diharapkan mempermudah pengawasan.
Mekanisme pengawasan berlapis ini punya tujuan jelas. Mencegah kredit macet sejak awal. Sekaligus memastikan dana benar-benar produktif. Bukan sekadar tersalur lalu menguap. Pemerintah tampak belajar dari program serupa sebelumnya.
-
Apakah Dana Ini Berdampak pada Pertumbuhan Ekonomi?
Purbaya optimis melihat tanda-tanda positif. Pertumbuhan kredit mulai terlihat. Data Bank Indonesia menunjukkan retail sales naik. "Angka yang terakhir," kata Purbaya merujuk data terbaru. Perekonomian mulai menunjukkan geliat.
Suntikan Rp200 triliun memang punya target besar. Mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai proyeksi. Khususnya di sektor mikro dan koperasi. Kopdes diharapkan jadi lokomotif ekonomi desa. Menggerakkan roda perekonomian dari level paling bawah.
Monitoring terus dilakukan Kemenkeu. Purbaya menegaskan komitmen ini. "Akan kita lihat kondisi itu terus," ujarnya. Pemerintah tidak ingin lepas tangan. Data pertumbuhan akan terus dievaluasi. Jika perlu ada penyesuaian kebijakan.
Yang menarik, Purbaya melihat permintaan tambahan Mandiri sebagai sinyal bagus. Bukan masalah atau beban. "Itu bagus ya," komentarnya. Logikanya sederhana: permintaan tinggi berarti penyaluran efektif. Dana tidak mengendap sia-sia di bank.
Namun tetap ada catatan skeptis. Apakah koperasi desa benar-benar siap? Apakah pengawasan cukup ketat mencegah moral hazard? Pertanyaan-pertanyaan ini masih menggantung. Waktu yang akan menjawab efektivitas program ini.
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Tidak Naik Sampai 2026, Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen Jadi Kunci
TKW Parigi Moutong Meninggal di Kuwait Diduga Serangan Jantung Setelah 21 Tahun Mengabdi
Gugatan Rp1 Jadi Simbol Perlawanan 1900 Buruh Leces, Netizen: Menkeu Purbaya Ketiban Apes Dosa Masa Lalu
Sekda Bekasi Bantah Isu Jual Beli Jabatan dan Dana Endapan: "Ngawur Itu!"
Kepala Desa Sausu Auma Digelandang ke Lapas, Rp220 Juta Dana Desa Diduga Mengalir ke Kantong Pribadi