Sulawesitoday - Dua puluh satu tahun. Angka itu bukan sekadar deretan waktu. Melainkan rentang pengorbanan. Darmawati binti Arif Marjudan, perempuan asal Parigi Moutong, menutup usia di tanah asing. Pekerja migran Indonesia ini meninggal dunia pada 18 Oktober 2025 di Kuwait. Dugaan serangan jantung jadi penyebabnya.
Jenazah perempuan kelahiran 25 Agustus 1973 itu kini dalam perjalanan pulang. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuwait memfasilitasi pemulangan. Keluarga di kampung halaman menunggu. Duka menyelimuti Desa Masigi, Kecamatan Parigi.
-
Apa Yang Terjadi Sebelum Kepergiannya?
Seminggu sebelum tragedi, Darmawati mengeluh. Badannya tak enak. Majikannya, Abdullah Nahar Abdullah Almetlaqem, langsung bertindak. Dia membawa Darmawati ke klinik. Pemeriksaan dilakukan menyeluruh.
Hasil diagnosa mengejutkan. Dokter menyatakan kondisinya sehat. Tidak ada penyakit. Bahkan tanda-tanda gangguan serius pun nihil. Darmawati kembali bekerja seperti biasa.
Namun takdir berkata lain. Petang 18 Oktober 2025, Darmawati terjatuh. Diduga kelelahan melanda tubuhnya. Majikan segera membawanya ke klinik terdekat. Setibanya di sana, napasnya telah berhenti. Dokter mengumumkan kematian.
-
Bagaimana Hasil Autopsi Forensik?
Forensik Kuwait melakukan autopsi. Prosedur standar untuk kasus kematian mendadak. Hasil pemeriksaan mencatat temuan penting. Darmawati mengalami penurunan sirkulasi darah drastis. Sistem pernapasannya juga menurun signifikan.
"Kemungkinan besar serangan jantung," demikian kesimpulan laporan medis. Kondisi ini sering tak terdeteksi dini. Terutama pada pekerja dengan aktivitas tinggi. Pemeriksaan seminggu sebelumnya tak menangkap sinyal bahaya.
Dokumen autopsi kini jadi bagian berkas kematian. KBRI Kuwait menerima hasil resmi pada 20 Oktober 2025. Surat keterangan kematian segera diproses. Administrasi pemulangan jenazah dimulai.
-
Seperti Apa Perjalanan Kerja 21 Tahunnya?
Darmawati tercatat bekerja sejak awal 2004. Dua dekade lebih dia mengabdi. Gajinya KD 150 per bulan. Setara Rp 7,9 juta dalam rupiah. Angka yang tak seberapa untuk pengorbanan seumur itu.
Selama 21 tahun, dia hanya pulang sekali. Cuti singkat ke tanah kelahiran. Selebihnya, dia habiskan di Kuwait. Mengurus rumah tangga majikan. Merawat, membersihkan, melayani.
Paspor terakhirnya berlaku hingga 2033. Nomor E2167580 tercatat di sistem imigrasi. Diterbitkan November 2023. Seharusnya masih panjang masa kerjanya. Tapi hidup punya rencana berbeda.
-
Bagaimana Proses Pemulangan Jenazahnya?
Hardiyanti A Bogolemba, anak kandung Darmawati, mengajukan permohonan. Dia meminta KBRI Kuwait memfasilitasi pemulangan. Nomor kontaknya, 085240568675, jadi jalur koordinasi. Permintaan segera ditindaklanjuti.
KBRI Kuwait bergerak cepat. Koordinasi dengan otoritas setempat dilakukan. Dokumen administrasi disiapkan lengkap. Air waybill nomor 603-70419322 diterbitkan. Jenazah dijadwalkan terbang 24 Oktober 2025.
Artikel Terkait
Sidak Pabrik Aqua Subang, KDM Ungkap Fakta Mengejutkan Soal Sumber Air yang Selama Ini Diklaim dari Pegunungan
Indonesia Terancam Batal Jadi Tuan Rumah Olimpiade, IOC Jatuhkan Sanksi Keras Pasca Penolakan Visa Atlet Israel
Geger Industri Air Sedot 43 Ribu Meter Kubik Per Hari, Pesisir Jawa Turun 15 CM Per Tahun!
Purbaya Enggan Ikut Negosiasi Utang Whoosh: Urusan B to B, Serahkan ke Danantara dan DEN
Menkeu Purbaya Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Tidak Naik Sampai 2026, Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen Jadi Kunci