• Selasa, 21 Juli 2026

Tragedi Kebun Kopi Parigi: Angin Kencang Robohkan Pohon, Satu Nyawa Melayang di Jalur Trans

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Selasa, 4 November 2025 | 20:28 WIB
Angin kencang robohkan pohon besar di Jalur Trans Kebun Kopi, Parigi Utara. Satu tewas, dua mobil hancur. Evakuasi cepat pulihkan lalu lintas
Angin kencang robohkan pohon besar di Jalur Trans Kebun Kopi, Parigi Utara. Satu tewas, dua mobil hancur. Evakuasi cepat pulihkan lalu lintas

 

Sulawesitoday - Selasa siang yang cerah berubah kelam. Angin kencang menerjang Jalur Trans Kebun Kopi. Kilo 4, tepatnya. Desa Toboli Barat menjadi saksi. Tragedi tak terduga menimpa. Pukul 12.15 WITA, pohon berdiameter besar roboh menghantam kendaraan yang melintas. Satu nyawa melayang. Dua mobil hancur. Jalur utama Kabupaten Parigi Moutong lumpuh sesaat.

Cuaca ekstrem memang tak kenal kompromi. Hembusan angin yang seharusnya jadi penyejuk justru membawa petaka. Di tengah perjalanan dari Palu menuju Toboli, Ronal Pakaya (38) tak sempat menghindar. Pria asal Desa Lemito, Kecamatan Lemito, Kabupaten Pohuwato ini mengemudikan Toyota Avanza silver bernomor DB 1834 AZ. Pohon besar menimpa bagian depan. Kabin ringsek total. Posisi kemudi terjepit. Korban tewas di tempat. Evakuasi memakan waktu. Jalur trans macet panjang.

Bukan hanya Avanza. Suzuki Carry hitam DN 8678 KM juga kena imbasnya. Rais, sang pengemudi, lebih beruntung. Hanya ranting besar menghantam. Mobilnya rusak parah. Nyawanya selamat. Benturan keras merusak bagian depan kendaraan. Material pohon berserakan di aspal. Pemandangan mencekam menyambut petugas yang datang.

Berapa Lama Evakuasi Berlangsung?

Tim gabungan bergerak cepat begitu laporan masuk. Sat Lantas Polres Parigi Moutong memimpin. Subsektor Parigi Utara ikut turun. PNBP Parigi Moutong siaga. Masyarakat sekitar gotong-royong. Mereka bekerja keras membersihkan material. Pohon besar dipotong bertahap. Jalan dibuka kembali. Korban dievakuasi ke RSUD Anuntaloko. Kedua kendaraan diamankan untuk pemeriksaan. Proses berjalan kurang dari tiga jam. Arus lalu lintas kembali normal sekitar pukul 15.00 WITA.

"Kesigapan tim gabungan patut diapresiasi," ungkap IPTU Arman SH, Kasi Humas Polres Parigi Moutong saat dikonfirmasi. Menurutnya, sinergitas menjadi kunci. Tanpa kerja sama solid, dampak bisa lebih luas. "Kami memastikan keamanan pengguna jalan tetap prioritas," tambahnya dengan nada tegas namun penuh empati.

Apa Penyebab Pohon Mudah Tumbang?

Cuaca ekstrem jadi biang kerok. Angin kencang berkekuatan tinggi menerpa. Jalur trans Kebun Kopi memang rawan. Pepohonan rindang berdiri kokoh di kanan-kiri jalan. Akar beberapa pohon tua mulai rapuh. Tanah basah akibat hujan sebelumnya memperburuk kondisi. Kombinasi sempurna untuk bencana. Pohon berusia puluhan tahun tak sanggup menahan. Batang patah dari pangkal. Timbunan material menutupi badan jalan selebar tujuh meter.

Fenomena serupa sebenarnya bukan kali pertama. Jalur perbukitan Parigi Moutong kerap dilanda angin kencang saat peralihan musim. Namun insiden dengan korban jiwa tetap mengejutkan. Pengendara yang melintas umumnya tak sempat memprediksi. Kecepatan kendaraan di jalur lurus membuat reaksi terlambat. Pohon roboh dalam hitungan detik. Tidak ada peringatan. Tidak ada kesempatan menghindar.

Pihak kepolisian kini menghimbau ekstra hati-hati. Terutama bagi pengguna jalur trans di kawasan pepohonan lebat. "Waspadai tanda-tanda cuaca buruk," tegas Arman. Angin kencang bisa muncul tiba-tiba. Pohon tua berpotensi rubuh kapan saja. Pengendara disarankan kurangi kecepatan. Perhatikan kondisi sekitar. Jangan terburu-buru saat melewati kawasan rawan.

Bagaimana Kondisi Jalur Trans Saat Ini?

Material pohon sudah dibersihkan tuntas. Jalur trans kembali lancar. Kondisi aman dan kondusif. Namun kewaspadaan tetap perlu. Pohon-pohon lain masih berdiri kokoh. Beberapa tampak rapuh. Dinas terkait diminta melakukan survei. Identifikasi pohon berpotensi bahaya. Penebangan preventif mungkin diperlukan. Keselamatan pengguna jalan tak bisa ditawar.

Masyarakat lokal mengaku prihatin. "Kami sudah sering lihat pohon goyang kencang," ujar salah satu warga setempat. Namun aksi konkret belum dilakukan. Menunggu tragedi baru? Atau mulai bertindak sekarang? Pertanyaan menggantung di udara seperti ancaman pohon tua yang belum ditangani.

Baca Juga: Disorot DPRD, Revisi RTRW Parigi Moutong Cermin Arah Pembangunan

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini