Sulawesitoday - Presiden Prabowo Subianto menepis isu. Tegas. Lantang. Dia tak dikendalikan siapapun. Termasuk Joko Widodo.
Pernyataan itu meluncur Kamis, 6 November 2025. Lokasi: Pabrik Lotte Chemical, Cilegon. Acara peresmian pabrik kimia raksasa. Tamu undangan memadati ruangan. Prabowo naik podium. Kemudian menggebrak persepsi publik.
"Prabowo masih dikendalikan Jokowi, enggak ada itu," ucap kepala negara. Nada suaranya datar. Tapi mengandung penekanan. "Pak Prabowo takut sama Pak Jokowi? Ya enggak ada itu. Untuk apa saya takut sama beliau."
Kalimat sederhana. Namun menyimpan kritik mendalam. Bukan sekadar bantahan biasa. Melainkan tamparan untuk budaya politik yang berkembang.
Mengapa Prabowo Angkat Bicara Soal Jokowi?
Pertanyaan ini muncul berkali-kali. Publik penasaran. Media mengorek informasi. Ternyata ada alasan kuat.
Belakangan ini, narasi beredar luas. Prabowo dituding sebagai boneka politik. Jokowi disebut sebagai dalang. Isu itu viral. Menyebar di media sosial. Bahkan masuk ruang-ruang diskusi politik.
Prabowo melihat kejanggalan itu. Dia menyebutnya sebagai "budaya yang tidak baik". Sebuah pola berulang dalam sejarah politik Indonesia. Pemimpin yang berkuasa disanjung setinggi langit. Begitu turun, dihujat habis-habisan.
"Saya tadi ingatkan, saya minta Pak Jokowi diundang ya karena saya lihat kok ada mulai budaya yang tidak baik ya," kata Prabowo. Suaranya terdengar prihatin. Ada kegelisahan di sana.
"Pemimpin di apa ya, dikuyu-kuyu, dicari-cari. Pada saat berkuasa disanjung-sanjung. Ini budaya apa ini? Harus kita ubah," tegasnya dengan nada meninggi.
Kalimat itu bukan retorika kosong. Ini kritik substansial. Menyentuh akar masalah demokrasi Indonesia. Budaya mencari kesalahan pendahulu. Seolah mereka tak pernah berjasa.
Apakah Ini Sekadar Basa-Basi Politik?
Skeptisisme wajar muncul. Apakah pernyataan Prabowo tulus? Atau hanya manuver politik?
Konteks peresmian pabrik memberikan petunjuk. Lotte Chemical adalah proyek strategis nasional. Investasi triliunan rupiah. Pabrik kimia terbesar di Indonesia. Proses perizinan dan pembangunan dimulai era Jokowi.
Artikel Terkait
Perubahan Status Kawasan Hutan dalam Revisi RTRW Parigi Moutong Jadi Atensi DPRD Parigi Moutong
Ribuan Guru PGRI Luwu Utara Demo Tuntut Keadilan Dua Guru SMAN 1 Masamba Kena PTDH
Jusuf Kalla Ngamuk Tanah Belasan Hektar Miliknya Dirampok, Tuding Ada Permainan Kotor!
Dampak Revisi RTRW Parigi Moutong yang Jadi Fokus DPRD, Terhadap Izin Investasi dan Tata Ruang Lama
KPK Tetap Selidiki Whoosh Meski Prabowo Janjikan Tanggung Jawab