Sulawesitoday - Perayaan ulang tahun tak melulu soal kue dan lilin. DPD Partai NasDem Kabupaten Parigi Moutong memilih jalan berbeda. Selasa (11/11/25), mereka memperingati HUT ke-14 dengan serangkaian aksi sosial. Donor darah digelar. Sembako dibagikan ke pondok pesantren. Panti asuhan juga kebagian.
Sayutin Budianto memimpin kegiatan tersebut. Ketua DPD NasDem Parimo itu menegaskan komitmen partai. "Ini bukan sekadar perayaan," katanya di Sekretariat DPD NasDem, Selasa sore. Aksi nyata lebih bermakna. Kepedulian sosial jadi prioritas. Gotong royong harus nyata.
-
Apa Makna Arus Perubahan Versi NasDem Parimo?
Arus Perubahan bukan slogan kosong. Begitu klaim Sayutin yang juga menjabat Wakil Ketua 2 DPRD Parigi Moutong. Spirit itu harus diwujudkan. Kerja nyata jadi tolak ukurnya. Kemajuan daerah jadi target. Kesejahteraan masyarakat jadi ujungnya.
"HUT tahun ini kami maknai sebagai momentum memperkuat semangat," ujarnya tegas. Seluruh struktur diminta konsisten. Dari DPD hingga DPC. Fraksi NasDem di DPRD juga. Semuanya harus serius membawa perubahan. Di Kabupaten Parigi Moutong, khususnya.
Kegiatan sosial yang digelar mencakup donor darah massal. Puluhan kantong darah terkumpul. Bantuan paket sembako disalurkan ke beberapa ponpes. Panti asuhan di wilayah Parimo juga menerima bantuan serupa. Angka pasti belum disebutkan. Namun komitmen sudah terlihat jelas.
-
Bagaimana Penutupan Rangkaian HUT NasDem?
Pemotongan tumpeng menjadi puncaknya. Doa bersama mengiringi. Seluruh jajaran pengurus DPD hadir. Anggota DPRD Fraksi NasDem turut serta. Pengurus DPC se-Kabupaten Parigi Moutong juga ikut. Kebersamaan terasa kental. Solidaritas terpancar.
"Kita ingin seluruh kader tetap solid," tambah Sayutin. Integritas harus dijaga. Bekerja untuk rakyat adalah kewajiban. "Semoga semangat perubahan ini terus menjadi energi positif bagi kita semua," lanjutnya penuh harap.
Perayaan HUT ke-14 ini mencerminkan sesuatu. Komitmen politik yang berorientasi pengabdian. Solidaritas yang tak sekadar wacana. Perubahan menuju masa depan lebih baik. Apakah ini konsistensi jangka panjang? Ataukah momentum sesaat? Waktu yang akan menjawab.
Yang pasti, aksi sosial lebih berbicara dibanding seribu janji. NasDem Parigi Moutong sudah memilih jalannya. Donor darah dan sembako jadi buktinya. Rakyat kecil yang akan menilai. Apakah arus perubahan benar-benar mengalir? Atau hanya riak dipermukaan?
Artikel Terkait
Empat Fraksi DPRD Parigi Moutong Sepakat Bentuk Pansus, Satu Absen Jadi Alasan Penundaan
Wakil Ketua DPRD Sayutin Budianto Sebut Pembentukan Pansus WP dan WPR Parigi Moutong Menunggu Kehadiran Fraksi Gerindra
Mahfud MD Sebut Penegakan Hukum Titik Terburuk Polri, Beri Waktu 3 Bulan untuk Reformasi Total
Berkunjung ke Kediri? Ini 3 Hotel Paling Populer yang Direkomendasikan!
Fraksi Keadilan Rakyat DPRD Parigi Moutong Tegaskan Siap Bahas Pansus WP dan WPR, Golkar Justru Mundur