Sulawesitoday - Selembar surat resmi menggemparkan jagat maya. Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, mengaku tak sanggup menangani bencana. Pernyataan tegas itu tertuang dalam surat nomor 360/565/BPBD/2025 tertanggal 27 November 2025. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto pun angkat bicara. Ia menjanjikan akses bantuan ke wilayah terisolir itu dibuka hari ini, Senin, 1 Desember 2025.
Haili Yoga tak main-main. Dalam surat yang viral itu, ia blak-blakan menyatakan ketidakmampuan Pemda Aceh Tengah. "Kami selaku Bupati Aceh Tengah menyatakan ketidakmampuan dalam melaksanakan upaya penanganan darurat bencana sebagaimana mestinya," bunyi kalimat krusial dalam dokumen tersebut. Angka-angka yang tertera makin menyayat. Sebanyak 15 jiwa melayang. Sekitar 3.123 kepala keluarga mengungsi. Banjir luapan, banjir bandang, hingga tanah longsor menghantam beruntun.
Suharyanto merespon cepat dalam konferensi pers Minggu, 30 November 2025. "Aceh Tengah ini satu-satunya yang masih belum bisa ditembus," ucapnya tegas. "Tapi besok sudah bisa masuk, bantuan juga sudah bisa masuk ke sana." Janji itu bukan sekadar retorika. Kepala BNPB menegaskan prioritas penanganan akan merata setelah akses terbuka.
Mengapa Akses ke Aceh Tengah Begitu Sulit?
Geografis menjadi biang kerok. Jalan Nasional Bireuen-Takengon terputus total. Jalur Bener Meriah-Aceh Tengah-Bireuen juga lumpuh. Akses darat nyaris mustahil dilalui. "Aceh Tengah belum bisa diakses lewat darat karena Jalan Nasional masih putus," papar Suharyanto dengan nada prihatin. Bener Meriah pun bernasib sama. Isolasi wilayah menciptakan dilema tersendiri.
Kondisi ini membuat distribusi bantuan tersendat. Masyarakat terisolir tanpa akses memadai. Komunikasi pun terbatas, meski berangsur membaik. "Aceh Tengah terbatas, tapi sudah bisa berkomunikasi dengan pejabat," kata Suharyanto. "Untuk komunikasi secara masyarakat banyak ini belum lancar, kami akan tingkatkan terus."
Surat Bupati Haili Yoga sebenarnya bukan tanda kelemahan. Justru bentuk transparansi kondisi riil lapangan. Suharyanto memandangnya sebagai informasi berharga. "Tidak perlu dibesar-besarkan karena justru kita dengan adanya surat itu kita lebih memprioritaskan," jelasnya. Sikap rendah hati sang bupati malah mempercepat respons pusat. Pengakuan jujur lebih bermakna ketimbang pencitraan kosong.
Bagaimana Strategi BNPB Menangani Wilayah Terdampak?
BNPB tak asal tebas. Mereka menghitung dampak paling berat terlebih dahulu. "Kita lihat yang terdampak paling banyak kita hitung, yang berat, janganlah yang kecil-kecil," ujar Suharyanto. Sumatera Barat mencatat 8 wilayah terparah. Sumatera Utara juga 8 wilayah. Ditambah Aceh, total ada puluhan titik kritis yang diprioritaskan.
Fokus pada dampak masif memang rasional. Namun pertanyaannya, bagaimana nasib korban di wilayah "kecil"? Suharyanto menjamin distribusi akan merata pascaakses terbuka. Pemerataan bantuan menjadi komitmen berikutnya. Aceh Tengah sebagai zona terberat mendapat perhatian ekstra.
Angka 15 korban jiwa bukan sekadar statistik. Mereka adalah ayah, ibu, anak yang kehilangan masa depan. Angka 3.123 kepala keluarga pengungsi juga terus membengkak. Banjir bandang tak mengenal ampun. Tanah longsor merenggut harta benda dalam sekejap. Haili Yoga sadar betul, kapasitas daerahnya terbatas. Pengakuan itu justru tanda kepemimpinan bertanggung jawab.
Media sosial ramai membahas surat tersebut sejak viral beberapa hari lalu. Ada yang memuji keberanian Bupati. Ada pula yang mempertanyakan kesiapan Pemda. Namun Suharyanto melihatnya dari sisi positif. "Memang Aceh Tengah tergolong kabupaten/kota yang terdampak, parah atau tidaknya nggak ngerti ya karena masih susah dihubungi," katanya jujur.
Apakah Bantuan Benar-benar Akan Masuk Hari Ini?
Suharyanto optimis akses akan terbuka hari ini. Persiapan logistik sudah rampung. Jalur udara menjadi alternatif utama. Personil BNPB sudah stand by di lapangan. Komunikasi dengan pejabat lokal terjalin, meski terbatas. "Personil BNPB yang sudah masuk ke Aceh Tengah" menjadi jembatan koordinasi.
Artikel Terkait
Unggahan Terakhir Richa Novisha untuk Gary Iskak: Sudah Tak Sakit Lagi, Ya
Tapanuli Tengah dan Sibolga Terisolir, BNPB Butuh 3 Hari Tembus Longsor 50 Kilometer
Bandara IMIP Dicurigai Jadi Pintu Masuk Pekerja Migran Ilegal, Pakar Hukum Desak Investigasi Transparan
Ratusan Kepala Desa Parigi Moutong Gelar Aksi Damai, Tuntut Pencabutan PMK No. 81 Tahun 2025
Prabowo Jamin Pasokan BBM Lancar ke Zona Bencana Sumut-Aceh