Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto ini punya misi lebih besar. Bukan sekadar distribusi makanan bergizi. Ada dimensi ekonomi yang tidak boleh diabaikan.
"Program MBG tidak hanya sekadar untuk memberikan makanan bergizi kepada siswa," jelas Nanik. "Tapi juga untuk menghidupkan perekonomian masyarakat."
Setiap SPPG wajib mempekerjakan 47 warga lokal. Angka ini strategis dan terukur. Membuka lapangan kerja di tingkat akar rumput. Menggerakkan ekonomi lokal dengan efektif.
Bagaimana Mekanisme At Cost Melindungi Relawan?
Solusi datang setelah diskusi panjang. Semalam suntuk Nanik berdiskusi dengan pimpinan BGN. Sony Sonjaya turut terlibat intensif. Hasilnya: mekanisme at cost untuk honor relawan dapur.
"Saya sudah mendapat solusi dari Pak Sony Sonjaya," ungkap Nanik. "Honor relawan dapur bisa memakai mekanisme at cost."
Sistem at cost bekerja sederhana tapi presisi. Penggantian biaya sesuai bukti pengeluaran sah. Kuitansi menjadi dokumen wajib. Faktur juga diperlukan sebagai bukti. Bahkan tiket transportasi bisa diajukan.
Yang diganti adalah biaya riil semata. Tidak ada margin keuntungan tambahan. Tidak ada markup harga tersembunyi. Transparansi menjadi prinsip utama.
Verifikasi ketat akan diterapkan. Pihak BGN menunjuk tim khusus. Mereka akan memeriksa setiap bukti pengeluaran. Memastikan tidak ada penyimpangan dana. Menjaga akuntabilitas program tetap tinggi.
Mekanisme ini jadi terobosan brilian. Relawan tetap bekerja dengan tenang. Honor dibayar sesuai kebutuhan nyata. SPPG tidak terbebani biaya membengkak. Win-win solution untuk semua pihak.
Nanik memahami dilema yang dihadapi SPPG. Penerima manfaat berkurang berarti pendapatan berkurang. Tapi relawan sudah bergantung pada honor ini. PHK bukan solusi yang bijak.
"Termasuk dengan mempekerjakan 47 warga lokal di setiap SPPG," imbuh Nanik mengingatkan komitmen awal.
Komitmen ini tidak bisa dilanggar begitu saja. Program MBG dibangun dengan visi jangka panjang. Perputaran ekonomi lokal jadi tulang punggungnya. Memutus rantai kerja sama berarti merusak fondasi program.
Apa Dampak Ekonomi MBG yang Sesungguhnya?
Dewan Ekonomi Nasional (DEN) pernah membuat proyeksi optimis. Sejak awal program bergulir, mereka memprediksi dampak masif. Prediksi itu kini terbukti melampaui ekspektasi.
Artikel Terkait
Debut Bersejarah, Parigi Moutong Gelar Seleksi Petugas Haji Perdana Era Kementerian Baru
867 Nyawa Melayang, 521 Korban Masih Hilang: Pencarian Terus Berlanjut di Tiga Provinsi
Tanpa Perlindungan Hak Cipta, Industri Media Indonesia Berjuang di Tengah Gempuran Platform Digital
23 Izin Tambang di Tiga Provinsi Terancam Dicabut Pasca Banjir Besar Sumatera
WALHI Bongkar Fakta Miris, Perusahaan Tambang Abaikan Reklamasi - Sawit Malah Menggurita di Lahan Bekas Galian