• Selasa, 21 Juli 2026

Forum JPP Promedia dan Task Force ISI Ungkap Batasan Keterlibatan TNI dalam Penanganan Bencana Sumatera

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Rabu, 17 Desember 2025 | 22:55 WIB
Forum JPP dan ISI bahas batasan peran TNI dalam bencana. BNPB koordinator utama, TNI hanya supporting role. Data 35.477 personel.
Forum JPP dan ISI bahas batasan peran TNI dalam bencana. BNPB koordinator utama, TNI hanya supporting role. Data 35.477 personel.

Bagaimana Peran Pemda dalam Koordinasi Bencana?

Pemerintah daerah memegang kunci penting. Mereka yang punya data lokal. Mereka yang tahu persis kondisi lapangan.

"Pemerintah lokal harusnya punya pendataan sendiri mengenai hal itu," ungkap Aisha. Data itu seharusnya langsung dikomunikasikan ke BNPB. Namun ada masalah mendasar.

"Tapi di sini yang jadi masalah memang pemerintah lokal bisa mendata," Aisha menjelaskan. "Sudah dikomunikasikan dengan BNPB, tapi pemerintah lokal tidak memiliki kemampuan."

Ketika pemda kewalahan, eskalasi terjadi. Permohonan naik ke pemerintah pusat. Dari pusat ke BNPB sebagai koordinator. BNPB baru mengajukan permohonan ke institusi terkait. Termasuk TNI untuk asistensi HADR.

Alur birokrasi ini panjang. Kadang berbelit. Sementara bencana tidak menunggu.

Aisha tidak menyalahkan pihak manapun. Ia hanya menyoroti fakta: sistem koordinasi masih perlu diperkuat. Sinkronisasi antara pemda, BNPB, dan TNI belum optimal.

Berapa Besar Mobilisasi TNI di Sumatera?

Angka-angka di lapangan bicara keras. Wakil Kepala Pusat Penerangan (Wakapuspen) TNI, Brigjen TNI Osmar Silalahi, merilis data resmi.

Hingga kini, TNI mengerahkan 35.477 personel. Tersebar di tiga provinsi terdampak. Jumlah yang masif.

Untuk mendukung mobilitas dan distribusi, TNI turunkan 81 unit alutsista. Komposisinya beragam. Pesawat fixed wing. Helikopter. Kapal perang. Alutsista darat.

Bantuan logistik yang disalurkan mencapai 2.315,68 ton. Melalui jalur udara, laut, dan darat. Operasi berlangsung simultan.

Data itu menunjukan keseriusan TNI. Tapi juga memunculkan pertanyaan lanjutan. Dengan skala mobilisasi sebesar itu, apakah koordinasi dengan BNPB berjalan efektif? Apakah batasan supporting role tetap dijaga?

Forum JPP tidak memberikan jawaban definitif. Tapi diskusi ini membuka ruang kritis. Para pemimpin redaksi dan mitra Promedia yang hadir menyimak dengan seksama. Beberapa mengajukan pertanyaan tajam.

Aisha menjawab dengan sabar. Ia menekankan pentingnya pemahaman bersama tentang HADR. TNI boleh bergerak cepat. Tapi tetap dalam koridor koordinasi sipil.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini