• Rabu, 22 Juli 2026

Kepala BNN Suyudi Ario Seto: Tiga Bulan Memimpin, Langsung Beraksi Gagalkan Penyelundupan Sabu Rp5 Triliun

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Kamis, 18 Desember 2025 | 11:19 WIB
Profil Suyudi Ario Seto, Kepala BNN yang baru 3 bulan memimpin tapi langsung gagalkan penyelundupan sabu Rp5 triliun di Kamboja.
Profil Suyudi Ario Seto, Kepala BNN yang baru 3 bulan memimpin tapi langsung gagalkan penyelundupan sabu Rp5 triliun di Kamboja.

Sulawesitoday - Tiga bulan bukanlah waktu lama. Namun bagi Komjen Suyudi Ario Seto, periode singkat itu cukup untuk membuktikan kapasitasnya. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) yang baru dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 25 Agustus 2025 ini langsung menggebrak dengan keberhasilan spektakuler. Penyelundupan sabu seberat 2 ton dengan nilai fantastis Rp5 triliun berhasil digagalkan di Kamboja.

Angka Rp5 triliun bukan main-main. Jumlah itu setara dengan anggaran pembangunan infrastruktur satu provinsi. Kasus ini menjadi ujian pertama sekaligus pembuktian bahwa pilihan Presiden Prabowo tepat sasaran. Suyudi tak hanya datang dengan segudang pengalaman, tapi juga dengan tangan besi yang siap menghantam jaringan narkoba internasional.

Siapa Sebenarnya Suyudi Ario Seto?

Pria kelahiran Pandeglang, Banten, 14 Juli 1973 ini memulai perjalanannya dari Akademi Kepolisian. Lulus Akpol tahun 1994, Suyudi langsung terjun ke lapangan. Dunia kepolisian menjadi rumahnya. Reserse menjadi keahlian utamanya.

Pendidikan tak berhenti di situ. Tahun 2003, ia melanjutkan ke Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK). Lima tahun kemudian, tepatnya 2008, Suyudi kembali mengasah kemampuan di Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri. Kombinasi pendidikan dan pengalaman lapangan menciptakan sosok penyidik yang tangguh.

Namanya mulai dikenal publik saat menjabat sebagai Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Metro Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Kinerjanya cemerlang. Promosi demi promosi datang silih berganti.

Dari Kapolsek hingga Kapolda: Perjalanan Karier yang Mulus

Setelah Pasar Minggu, Suyudi dipindahkan ke wilayah strategis. Kapolsek Metro Tanah Abang dan Kapolsek Metro Penjaringan menjadi tempat berikutnya untuk mengasah kemampuan. Dua wilayah ini terkenal kompleks dengan berbagai dinamika kriminalitas.

Keahliannya dalam bidang reserse tidak luput dari perhatian. Suyudi kemudian dipercaya memimpin Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Selatan. Jabatan ini menjadi batu loncatan penting. Kemampuannya membongkar kasus-kasus berat semakin terasah.

Kariernya terus menanjak. Kepala Unit Intelijen dan Penyidikan (Kanitipidtan) Polda Metro Jaya menjadi jabatan berikutnya. Posisi strategis ini menempatkannya di jantung operasi penegakan hukum ibu kota. Tahun 2023-2024, Suyudi naik ke jenjang lebih tinggi sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Metro Jaya. Bintang pertamanya sebagai Brigadir Jenderal disematkan.

Puncaknya datang tahun 2024. Suyudi dipromosikan menjadi Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Banten. Pangkatnya naik menjadi Inspektur Jenderal, bintang dua. Hanya setahun memimpin Polda Banten, ia dipanggil untuk tugas lebih besar: memimpin BNN.

Mengapa Presiden Prabowo Memilih Suyudi?

Pertanyaan ini muncul di benak banyak pengamat. Jawabannya sebenarnya sederhana. Rekam jejak Suyudi berbicara sendiri. Pengalaman puluhan tahun di bidang reserse dan pemberantasan kejahatan terorganisir menjadi modal utama.

Pengangkatannya sebagai Kepala BNN tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 118 TPA tahun 2025. Dokumen resmi ini menjadi legitimasi kepemimpinan baru di lembaga antinarkoba paling strategis Indonesia.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini